Breaking News:

Aliansi Penyelamat Demokrasi Indonesia Kaltim, Bahas Demokrasi Melawan Kotak Kosong

Aliansi Penyelamat Demokrasi Indonesia (APDI) Kalimantan Timur (Kaltim), bahas demokrasi lawan kotak kosong.

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Aliansi Penyelamat Demokrasi Indonesia (APDI) Kalimantan Timur (Kaltim), gelar konferensi pers di Cafe Mawar, Jalan Mawar, Kota Samarinda, Rabu (16/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aliansi Penyelamat Demokrasi Indonesia (APDI) Kalimantan Timur (Kaltim), bahas demokrasi lawan kotak kosong.

Bachmid Wijaya Koordinator APDI Kaltim menyebutkan, Pilkada Kaltim sedang berlangsung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota telah membuka ruang pendaftaran bakal calon Walikota dan Bupati di masing-masing kabupaten kota di Kaltim.

Dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim, ada 9 yang menghelat pesta rakyat.

Namun ada dua daerah di Kaltim yaitu kabupaten Kutai Kertanegara dan Kota Balikpapan hanya muncul satu pasangan calon.

Dengan demikian kedua daerah ini berpotensi melawan kolom kosong atau kotak kosong.

Baca Juga:KPU Sosialisasi di Hotel Aston, Pemkot Samarinda Tentukan Lokasi, Minta tak Dipasang APK Pilkada

Baca Juga:Gelar Rakor, Pemkab Kukar Pastikan Stakeholder Siap Kawal Pilkada

"Fenomena melawan kolom kosong jadi pengalaman pertama selama helatan Pilkada Kaltim," ujarnya saat gelar conference pers, di cafe Jalan Mawar, Kota Samarinda, Rabu (16/9/2020).

Sehingga dari APDI Kaltim melihat ada fenomena politik di dua wilayah ini dengan berbagai indikasi diantarannya. Demokrasi yang terbangun adalah demokrasi yang bertumpuh pada kekuatan modal atau demokrasi kapitalis.

Dan ada indikasi kandidat yang memiliki modal memboyong semua partai dan menutup ruang bagi calon lain.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved