Breaking News:

Bupati PPU AGM Sebut Denda tak Pakai Masker Rp 1 Juta, Awalnya Rp 200 Ribu

AGM jelaskan melalui salah satu video unggahannya melalui jejaring mendia sosial Facebook miliknya.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Bupati PPU, Abdul Gafur Masud (AGM) naik kapal feri dan memergoki warga tak pakai masker. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas'ud (AGM) pada hari ini menyamar sebagai warga biasa di kapal Ferry penyebrangan antara Kota Balikpapan menuju Kabupaten PPU.

Hal itu AGM jelaskan melalui salah satu video unggahannya melalui jejaring mendia sosial Facebook miliknya.

Dalam video kedua yang berdurasi 4:36 menit itu, AGM mengatakan, dirinya usai berjalan-jalan dengan menggunakan kapal Ferry untuk melihat situasi di jalur penyebrangan dengan menyamar sebagai preman atau anak motor.

AGM terlihat menggunakan masker warna hitam berlogo TNI-POlRI dan menggenakan penutup kepala berwana hitam serta menggunakan kaos lengan pendek.

Baca Juga:Bupati PPU Nyamar Naik Kapal Feri dan Pergoki Penumpang dan Petugas tak Pakai Masker

Baca Juga:Gegara tak Gunakan Masker Diberi Sanksi Sosial, Warga Samarinda Mengaku Jera

"saya tadi jalan-jalan secara diam-diam, saya jadi preman, jadi anak motor, untuk melihat bagaimana keadaan penyebrangan, jalur penyeberangan," kata AGM dari video unggahannya, Rabu (16/9/2020).

Menurut orang nomor satu di PPU ini, dari penyamaran yang dilakukan, AGM mengaku dinas terkait sangat lalai dalam menjalankan tugasnya ditengah pandemi Covid-19.

Diketahui, dalam video pertama yang AGM unggah di akun Instagram miliknya, bahwa dirinya kedapatakan melihat masih banyak penumpang bahkan petugas Kapal Ferry tidak mematuhi protokol kesehatan yakni tidak mengenakan masker.

"yang lagi-lagi saya rasa dari dinas terkait itu sangat lalai," kata AGM.

Halaman
12
Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved