Breaking News:

Bisnis Pertamina Hulu

Fabrikasi Selesai, Proyek Peciko 8A Masuki Tahap Instalasi

Berharap Proyek Peciko 8A ini akan berhasil menambah panjang usia produksi ketujuh sumur yang bermuara di platform SWP-G hingga 2028.

PT Pertamina Hulu Mahakam
Sail Away Ceremony ini berlangsung di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul (PT Arung), Desa Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - PT Pertamina Hulu Mahakam (PT PHM), selaku operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PT PHI) selaku induk perusahaan, melaksanakan Sail Away Ceremony (upacara peluncuran ke laut) Proyek Peciko 8A, yakni pemasangan booster compressor dan berbagai komponen pendukungnya, serta modifikasi anjungan, yang akan dilakukan di anjungan SWP-G, Lapangan Peciko, di lepas pantai Kalimantan Timur.

Sail Away Ceremony ini berlangsung di fasilitas PT Asta Rekayasa Unggul (PT Arung), Desa Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (17/9/2020).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menyambut baik upaya PT PHM untuk terus mempertahankan tingkat produksi di WK Mahakam, karena hal itu juga menjadi bagian dari upaya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) dalam merealisasikan pencapaian target produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan gas ke 12.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di pada 2030.

“Dengan fasilitas tambahan ini, diharapkan upaya mempertahankan penyediaan gas sebesar 8 MMSCFD dapat tercapai dan akan terjadi penambahan produksi di Lapangan Peciko sebesar 7,3 miliar standar kaki kubik (BSCF) gas dan 0,184 ribu barel (Mbbls) kondensat,” tambahnya.

Julius juga menerangkan, Proyek Peciko 8A ini merupakan hasil implementasi dari strategi pertama SKK Migas yakni Mempertahankan Tingkat Produksi Eksisting. Dalam Proyek Peciko 8A ini, sumur-sumur di anjungan SWP-G yang sudah berada di fase low pressure, tekanan gasnya diturunkan lagi menjadi low low pressure agar dapat tetap berproduksi lebih lama. Booster compressor digunakan untuk mendorong gas yang keluar menuju ke fasilitas pemrosesan di Lapangan SPS.

Direktur Utama PT PHI, Chalid Said Halim berharap Proyek Peciko 8A ini akan berhasil menambah panjang usia produksi ketujuh sumur yang bermuara di platform SWP-G hingga 2028, sehingga pendekatan yang sama dapat diterapkan pada sumur-sumur lain di Lapangan Peciko. “Saya juga berharap KKKS yang berada di bawah PT PHI meningkatkan kerjasama dan saling berbagi pengalaman sehingga semakin efisien, karena kita semua beroperasi di region yang sama,” katanya.

Sedangkan PTH Direktur PT PHM, Danar Dojoadhi mengatakan, secara teknis proyek ini cukup menantang, karena para engineer di PHM harus memodifikasi anjungan yang sebelumnya sudah pernah dimodifikasi. “Tantangan lainnya adalah, proyek ini tetap harus selesai tepat waktu, walau di tengah pandemi Covid-19, karena apabila terlambat maka bisa berpotensi rugi,” kata Danar. Sebagaimana diketahui proyek ini resmi dimulai pada 31 Oktober 2019 lalu.

Proyek senilai 15,3 juta USD ini dikerjakan oleh kontraktor lokal Kalimantan Timur, PT Asta Rekayasa Unggul, dengan melibatkan 100% pekerja lokal. Dengan sail away ini berarti tahap fabrikasi telah selesai dan segera memasuki tahap offshore installation, commissioning, dan start-up. Seluruh pekerjaan direncanakan selesai di bulan November 2020 dengan penerapan protokol Covid-19 secara ketat.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved