Breaking News:

Pilkada Kaltara

Kampanye Harus Taat Protokol Kesehatan, Komisioner KPU Kaltara Hariyadi Hamid Sebut: Ini Susah

Kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 harus menaati protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

TRIBUNKALTIM.CO, AMIRUDDIN
Rakor KPU Kaltara bersama KPU kabupaten dan kota, terkait kesiapan kampanye pada Pilkada serentak 2020, Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 harus menaati protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19 atau virus Corona.

Namun belum ada regulasi yang mengatur sanksi, jika protokol kesehatan itu dilanggar. Misalnya, ketika bakal calon kepala daerah melanggar protokol kesehatan saat berkampanye. Kampanye kandidat dimulai pada 26 September sampai 5 Desember 2020 mendatang.

''Ini susah, karena di regulasi dilarang ini dan itu, tetapi tidak ada sanksinya. Saya sudah baca regulasi berulang-ulang, tetapi tidak ada sanksi," kata Komisioner KPU Kaltara, Hariyadi Hamid, kepada TribunKaltim.co, Kamis (17/9/2020).

Dalam PKPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang kampanye Pilkada serentak, jika bakal calon kepala daerah melanggar protokol kesehatan, tidak bisa membatalkan pencalonan.

Tetapi lebih banyak memberikan imbauan, bagi bakal calon kepala daerah agar taat protokol kesehatan.

"Kita harap mereka atau peserta pemilu sadar sendiri, dan menaati protokol kesehatan. Biar masyarakat yang memberikan sanksi, jika bakal calon kepala daerah melanggar, dan dianggap itu tidak baik," tambahnya.

Baca juga; Kisah Petugas Pemakaman Jenazah Covid-19 di Balikpapan, Rela Tak Bersua dengan Keluarga

Baca juga; Prediksi Pemain Timnas U-19 Indonesia vs Qatar, Shin Tae-yong Pakai Formasi Klasik

Saat pendaftaran kandidat 4-6 September 2020 lalu, kata dia, masih ada sejumlah bakal calon kepala daerah yang mendaftar ke KPU, dan dihadiri banyak simpatisan.

Selain dihadiri banyak simpatisan, saat pendaftaran kandidat juga masih ada yang melanggar protokol kesehatan.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kaltara itu, berharap pelanggaran protokol kesehatan tak lagi berulang saat masa kampanye.

"Kami harap semua bakal calon dan simpatisannya, patuh dengan protokol kesehatan. Mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, berpotensi untuk merugikan. Kita harap ada perubahan perilaku," ujarnya.

Selain di PKPU 4 Tahun 2017, penerapan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada serentak, juga diatur dalam PKPU Nomor 10 Tahun 2020.

Sekadar diketahui, daerah yang akan menggelar Pilkada di Kaltara, yakni Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau. Termasuk di hari yang sama, akan dilaksanakan Pilgub Kaltara 2020. (TribunKaltim.co/Amiruddin)

Penulis: Amiruddin
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved