Breaking News:

Mengintip Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit di Kutim, Disulap jadi Bahan Bakar Energi Terbarukan

PT Dharma Satya Nusantara Tbk meresmikan BIO - CNG Plant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, berlokasi di area perkebunan kelapa sawit

Penulis: Margaret Sarita | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
PT Dharma Satya Nusantara Tbk meresmikan BIO - CNG Plant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, berlokasi di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (17/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk meresmikan BIO - CNG Plant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, berlokasi di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (17/9/2020).

BIO- CNG ( Compress Natural Gas), merupakan bahan bakar energi terbarukan yang berasal dari limbah cair kelapa sawit.

Pabrik milik PT DSN Tbk, mengolah limbah cair sebanyak 800 meter kubik per hari menjadi separuh bagian untuk listrik dan separuh bagian lainnya untuk BIO -CNG.

Dari pabrik ini, tercipta BIO-CNG sebanyak 280 meter kubik per jam, yang diperhitungkan mampu menghemat 2 juta liter penggunaan solar per tahun.

Baca juga: Wabup Chairil Anwar Beber APBD Kukar Sedikit Naik Akibat Pergeseran Anggaran Selama Covid-19

Baca juga: Hotel Gratis untuk Isolasi Mandiri Kasus Covid-19, Pemkot Balikpapan akan Sewa Kelas Bintang 2 dan 3

Pendirian BIO-CNG Plant di Muara Wahau, merupakan bagian dari konsep industri kelapa sawit masa depan yang memiliki total investasi Rp 90 miliar.

"Karena DSN sudah berada pada fase menciptakan produk yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," kata Direktur Utama DSN Group secara virtual dalam kegiatan commissioning BIO -CNG Plant PT DSN Tbk.

Seluruh produk kelapa sawit dapat diolah dan dimanfaatkan untuk kehidupan. Dari satu BIO-CNG, DSN akan bangun BIO-CNG lainnya.

Baca juga: KPU Nunukan Beber Kendala Distribusi Logistik Pilkada, Wilayah Sulit Dijangkau Hingga Blank Spot

Sebelumnya Mulyadi, Plantation Head PT Swakarsa Sinar Sentosa mengatakan BIO-CNG Plant dibangun mulai akhir 2018 lalu dan mulai beroperasi September 2020 ini.

Sebagai komitmen perusahaan dalam membangun usaha berbasis sumber daya alam yang ramah lingkungan bagi masyarakat.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk meresmikan BIO - CNG Plant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, berlokasi di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (17/9/2020).
PT Dharma Satya Nusantara Tbk meresmikan BIO - CNG Plant yang pertama dan satu-satunya di Indonesia, berlokasi di area perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis (17/9/2020). (TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA)

"Nantinya, BIO-CNG akan menggantikan konsumsi solar di pabrik kelapa sawit ini dan unit-unit kita, termasuk genset karyawan akan memakai bahan bakar gas dari BIO -CNG," kata Mulyadi.

Saat ini, menurut Setyadi Purwanto, Project Management Section Head PT DSN Tbk, penggunaan BIO-CNG baru dilakukan di lingkungan perusahaan. Karena masih uji coba.

"BIO-CNG didistribusikan ke enam PKS di wilayah kerja PT DSN Tbk dan digunakan untuk 51 unit mesin serta tujuh unit kendaraan truk," kata Setyadi.

Baca juga: Pembatasan Aktivitas Jam Malam Lantaran Pandemi Covid-19, Begini Tanggapan PHRI Samarinda

Baca juga: Bangun Ibu Kota Negara, Penajam Paser Utara Strategis, Jadi Bahan Penelitian Universitas Pertahanan

Meski banyak masyarakat setempat yang berharap BIO-CNG bisa juga dimanfaatkan warga sekitar, Setyadi mengatakan hal itu belum bisa dilakukan.

Pasalnya masih dalam tahap uji coba dan belum diketahui tingkat risikonya.

"Kami belum berani untuk disalurkan ke masyarakat. Karena kita sendiri belum tahu tingkat risikonya. Kami khawatir kalau terjadi sesuatu masyarakat tentu akan komplain," ujarnya.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim akan Rapat Dengar Pendapat Bersama DPRD, Berikut Permintaannya

Baca juga: Pelaku Modus Beli Ayam Goreng, Terekam CCTV Curi Smartphone Kasir Outlet Kentucky Ndeso Balikpapan

Sementara itu, Kokok Budianto CSR Operation Area I Head mengatakan, beroperasinya BIO-CNG Plant berdampak baik pada lingkungan dan masa depan perusahaan.

Karena menciptakan energi terbarukan yang tentunya ramah lingkungan.

Baca juga: DPR Tegaskan Harus Segera Dibumikan Larangan Pakai Masker Scuba dan Buff, Kain Tipis tak Aman

"Kalau dulu, limbah cair dibuang ke kolam dan hanya jadi pupuk, tapi sekarang dimanfaatkan dan diolah menjadi energi terbarukan, yang ke depan bisa dimanfaatkan tak hanya oleh perusahaan tapi juga masyarakat sekitar," ujarnya.

(Tribunkaltim.co/Sarita)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved