Senin, 8 Juni 2026

DPRD Berau Dorong Pengembangan Obyek Wisata, Kepala Disbudpar Berau Sebut Ada 11 Tempat Unggulan

Ketua DPRD Berau Madri Pani mendorong pengembangan sektor alternatif seperti pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul sala

Tayang:
Penulis: Ikbal Nurkarim |
TRIBUNKALTIM.CO/IKBAL NURKARIM
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau H Masrani mengatakan, terjadi penurunan PAD di sektor pariwisata jika dibandingkan tahun lalu. Namun hal ini tidak berdampak langsung dalam pengembangan sektor pariwisata karena banyak didukung oleh Kementerian dan Pemerintah Provinsi Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Ketua DPRD Berau Madri Pani mendorong pengembangan sektor alternatif seperti pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menyusul salah satu penyumbang PAD terbesar di Berau, yakni bagi hasil pertambangan mengalami penurunan akibat pandemi Virus Corona ( covid-19 ).

Dalam meningkatkan PAD, politisi Partai Nasdem itu mengatakan, pemerintah harus memikirkan langkah-langkah strategis ke depan seperti memaksimalkan potensi yang ada, seperti pengembangan ekowisata, pariwisata dan lain-lain.

"Jadi kita tidak lagi terlalu tergantung hanya pada satu sektor, banyak sektor yang bisa dikembangkan jika dapat dikelola dengan baik yang pada akhirnya akan menambah PAD daerah kita ke depan," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau H Masrani mengungkapkan terjadi penurunan PAD jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Meski terjadi penurunan, kata Masrani, hal itu tidak berdampak langsung untuk pengembangan sektor pariwisata karena pengembangan wisata banyak didukung oleh Kementerian hingga Pemerintah Provinsi Kaltim.

"Alhamdulillah di sektor pariwisata kita banyak di-support baik dari Kementerian, Provinsi maupun dari mitra terkait," imbuhnya, Minggu (20/9/2020).

Dikatakan Kepala Disbudpar Berau itu, salah satu sektor penyumbang pendapatan terbanyak ketiga di Berau yakni sektor pariwisata dengan total mencapai Rp 39 miliar.

"Nomor satu ada sektor tambang dan kedua ada perkebunan. Ke depan kami akan mengupayakan untuk menjadi urutan kedua bahkan menjadi urutan pertama," ucapnya menegaskan.

Bukan hal mustahil pariwisata penyumbang PAD pertama, mengingat sektor batu bara hingga perkebunan memiliki masa, namun sektor wisata akan terus berkembang seiring perkembangan zaman apalagi dengan Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota negara baru.

"Sektor pariwisata Berau paling lengkap, bahkan banyak wisatawan yang bilang bahwa wisata di Berau ini ibarat surganya bagi para pelancong mulai di pedalaman bahkan di pantainya yang indah.

Obyek wisata di Berau ini banyak yang masuk skala nasional, bahkan internasional yang banyak dikunjungi wisatawan-wisatawan mancanegara," tuturnya.

Baca juga: Bukan Marah, Erick Thohir Beri Kewenangan Penuh Ahok Benahi Internal Pertamina, Bisa Panggil Direksi

Baca juga: Anies Baswedan Beraksi, Datangi Kuburan Khusus Covid-19 Malam Hari, Lurah Beber Tujuan Gubernur DKI

Masrani mengatakan ke depan akan terus dilakukan pengembangan wisata seperti penambahan fasilitas dan karena saat ini masih suasana pandemi maka obyek wisata di Bumi Batiwakkal harus menerapkan protokol kesehatan covid-19.

"Fasilitas akan kita kembangkan, misal di Pulau Kakaban, salah satu objek wisata terbaik, jadi kami sudah memohon ke pemerintah pusat untuk dikembangkan dengan membangun pelabuhan permanen untuk memudahkan wisatawan, begitupun obyek wisata lainnya.

Kemudian promosi akan kita maksimalkan dengan bantuan teman-teman media kerena tidak terlepas dari dukungan kita semua," ucapnya.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mencatat obyek wisata yang tersebar di 13 Kecamatan se-Kabupaten Berau mencapai 172 lebih dan yang masuk objek wisata unggulan ada 11, termasuk Pulau Derawan.

(TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved