Pilkada Balikpapan

Cegah Penyebaran Covid-19, Pleno Penetapan Paslon Pilkada Balikpapan Tertutup, Tak Undang Parpol

Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan ( KPU Balikpapan ) pagi ini akan menetapkan pasangan calon (paslon) walikota dan Wakil Walikota Balikpapan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Komisioner KPU Balikpapan, Mega Fariany Ferry. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penetapan paslon dilaksanakan secara tertutup tanpa mengundang pasangan calon atau perwakilan partai politik pengusul, Rabu (23/9/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan ( KPU Balikpapan ) pagi ini akan menetapkan pasangan calon (paslon) walikota dan calon Wakil Walikota Balikpapan di Pilkada 2020.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, penetapan paslon dilaksanakan secara tertutup tanpa mengundang pasangan calon atau perwakilan partai politik pengusul.

"Sifatnya penetapan itu adalah pleno yang dilakukan internal secara tertutup dan tidak melibatkan banyak orang,” ujar Komisioner KPU Balikpapan, Mega Fariany Ferry.

Kebijakan ini dilakukan guna mengantisipasi adanya kerumunan orang yang dapat menimbulkan potensi penyebaran virus Corona alias covid-19 di Kota Balikpapan.

Selain itu, juga tersirat dan diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) terkait pencalonan maupun calon tunggal. Sehingga tak menyebarkan undangan atau hanya internal.

Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pemakaman Bupati Berau Muharram di TPU Km 15 Balikpapan

Baca Juga: BERITA FOTO Prosesi Pelepasan Sampai Penguburan Almarhum Bupati Berau Muharram di Balikpapan

"Jadi ini komitmen kita dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19,” katanya.

Selanjutnya, hasil pleno penetapan paslom kemudian akan diumumkan di laman KPU Kota Balikpapan dan papan pengumuman.

Pun dapat dilihat di laman website yakni balikpapan.kpu.go.id dan salinannya akan dikirimkan kepada tim pemenangan calon serta partai politik pengusung dan Bawaslu.

"Hasil pentapan itu akan kami serahkan. Paling lambat salinan dari hasil ketetapan itu satu hari sejak dilakukan penetapan,” jelasnya.

Sementara, usai ditetapkan sebagai calon kepala daerah maka akan dilakukan pengambilan nomor urut dalam tahapan Pilkada.

Namun, KPU Balikpapan akan menghapus tahapan ini dikarenakan calon yang mendaftar dan ditetapkan hanya satu alias calon tunggal.

Adapun tahapan pengundian nomor urut diganti dengan pengundian tata letak calon kepala daerah terhadap kolom kosong yang akan dicantumkan dalam kertas suara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved