Pilkada Balikpapan

Cegah Penyebaran Covid-19, Pleno Penetapan Paslon Pilkada Balikpapan Tertutup, Tak Undang Parpol

Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan ( KPU Balikpapan ) pagi ini akan menetapkan pasangan calon (paslon) walikota dan Wakil Walikota Balikpapan

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Komisioner KPU Balikpapan, Mega Fariany Ferry. Berbeda dengan tahun sebelumnya, penetapan paslon dilaksanakan secara tertutup tanpa mengundang pasangan calon atau perwakilan partai politik pengusul, Rabu (23/9/2020). 

Di sana disebutkan covid-19 tidak hanya menyebar dari bersin atau batuk, melainkan juga berbicara dan bernapas.

"Penelitian spesifik untuk Virus Corona saat ini terbatas, namun hasil penelitian yang ada konsisten menyebutkan penyebaran virus berasal dari pernapasan."

Begitu bunyi surat yang ditulis Dr. Harvey Fineberg -mantan dekan Harvard School of Public Health, sekaligus Chair of NAS Standing Committee on Emerging Infectious Diseases and 21st Century Health Threats.

"Saat ini penelitian yang ada mendukung kemungkinan Virus Corona dapat menyebar melalui bioaerosol yang dihasilkan dari pernapasan pasien," demikian bunyi surat tersebut.

Pada bulan Juli, sebanyak 239 ilmuwan menerbitkan surat untuk WHO dan organisasi kesehatan lainnya.

Para ilmuwan mendesak agar WHO dan organisasi kesehatan lain di dunia lebih terbuka tentang kemungkinan orang tertular virus dari tetesan pernapasan yang ada di udara.

"Panduan dari berbagai lembaga internasional dan nasional berfokus pada mencuci tangan, menjaga jarak, dan pencegahan droplet," tulis para ilmuwan.

Surat itu diterbitkan ke dalam jurnal Clinical Infectious Diseases.

Mereka juga menilai, sebagian besar organisasi kesehatan -termasuk WHO, tidak mengakui penularan virus lewat udara, selain pusat kesehatan yang menjalani prosedur untuk menghasilkan aerosol.

"Mencuci tangan dan menjaga jarak memang tepat, tapi menurut pandangan kami, hal itu tidak benar-benar memberikan perlindungan dari tetesan kecil yang dilepaskan ke udara oleh orang yang terinfeksi virus."

Setelah surat itu terbit, WHO merilis laporan yang merinci bagaimana Virus Corona dapat menular dari satu orang ke orang lain.

Termasuk melalui udara saat prosedur medis tertentu dan kemungkinan melalui udara di dalam ruangan.

Salah satu penulis surat, Donald Milton, profesor kesehatan lingkungan di University of Maryland yang mempelajari proses penularan virus mengatakan, pedoman CDC adalah kemajuan besar.

"Saya tergerak melihat CDC memperhatikan dan bergerak dengan sains. Buktinya semakin banyak," tulis Milton dalam email-nya kepada CNN.

 Ramalan Zodiak Selasa 22 September 2020, Cancer Mendadak Pendiam, Taurus Penuh Pesona

 HEBOH KABAR Nunung Srimulat Dilarikan ke RS Gara-gara Positif covid-19, Begini Penjelasan Keluarga

 TEGAS! RESPONS Tak Terduga Roy Marten Soal Gisella Ingin Rujuk, Wanti-wanti Gading Soal Istri Artis

Milton menyinggung temuan studi pracetak yang dirilis pada Agustus lalu sebagai informasi tambahan penting untuk Virus Corona yang berasal dari partikel aerosol yang menyebar lebih dari jarak dua meter.

"Sudah saatnya WHO mengakui kemajuan sains," kata Milton.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 50 Persen Mahasiswa Terancam Putus Kuliah, Marwan: KIP Harus Direvisi, https://www.tribunnews.com/nasional/2020/09/22/50-persen-mahasiswa-terancam-putus-kuliah-marwan-kip-harus-direvisi

(TribunKaltim.co/ Miftah Aulia)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved