Breaking News:

Guru adalah Motornya Kurikulum

Guru dan Kurikulum jika diibaratkan membuat suatu makanan maka guru adalah koki sang pembuat makanan, dan kurikulum adalah kumpulan resep makanan

HO
Rudy Bahar 

Oleh karena itu proses mendesain dan merancang harus memperhatikan sistem nilai(value sistem) yang berlaku beserta perubahan- perubahan  dan kondisi yang berlaku di masyarakat.

Karena fungsinya juga mengembangkan seluruh potensi peserta didik maka proses pengembangannya juga harus memperhatikan segala aspek yang terdapat pada peserta didik dan ini tugas utama seorang guru.

Kurikulum sebagai jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education) yang memiliki dua sisi yang sama penting yaitu sebagai dokumen dan sebagai implementasinya.

Sebagai sebuah dokumen berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan sebagai implementasinya adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam pembelajaran.

Guru sebagai salah satu faktor penentu dalam implementasi kurikulum. Bagaimana idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang kemampuan dan profesionalitas seorang  guru untuk mengimplementasikannya maka tidak akan bermakna sebagai alat pendidikan, sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum yang baik ibarat berjalan tanpa arah dan tujuan.

Dengan demikian peran guru dalam hal ini sebagai posisi kunci dalam ketercapaiannya.

Sebagai motor penggeraknya kurikulum   peran guru dalam kurikulum itu adalah : (1) sebagai implementers, yakni mengimplementasikan kurikulum yang sudah ada.

 (2) Sebagai adapters, sebagai pelaksana, penyelaras karakteristik kebutuhan peserta didik dan kebutuhan daerah, (3) sebagai pengembang,  pendesain, penentu  strategi, pengukur keberhasilan.

(4) Sebagai peneliti (curriculum researcher) bertanggungjawab menguji efektifitas, strategi, model dan mengumpulkan data tentang keberhasilan pencapaian  kurikulum sesungguhnya, yaitu kurikulum pendidikan yang dibutuhkan oleh individu setiap anak dan yang mengerti itu adalah guru.

Wahai guru hebat buatlah perubahan setiap ada kondisi yang berbeda tak penting seberapa lambat anda berjalan asalkan tidak berhenti pasti ada pengaruhnya terhadap perubahan yang dilakukan.

Teruslah bergerak jangan nunggu perintah ambillah langkah ingat bahwa perubahan tidak dimulai dari atas  semua berawal dan berakhir pada niat dan ketulusan. (*)

Balikpapan,  22 September 2020

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved