Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Komisi IV Akan Usulkan Anak Korban Kekerasan Dapat Beasiswa, Bahas Revisi Perda Perlindungan Anak

“Jadi di tempat kami ada 84 orang anak ditambah 2 bayi yang lahir dari korban perkosaan. Kami harap Dewan mendengar keluh kesah kami

HUMAS DPRD KALTIM
TERIMA MASUKAN - Komisi IV DPRD Kaltim menerima masukan dari organisasi sosial terkait pembahasan revisi Perda No 6 tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kaltim, Selasa (22/9/2020). 

SAMARINDA - Komisi IV menggelar rapat dengar pendapat bersama organisasi sosial dalam rangka meminta masukan terkait pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan anak selama ini di Kaltim, dalam rangka pembahasan revisi Perda No. 6 tahun 2012 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di Kaltim, Selasa (22/9/2020).

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengatakan, dari konteks perda tersebut, Komisi IV ingin mendengar masukan dari organisasi sosial yang menangani tentang perlindungan anak. Dan pada saat yang bersamaan Komisi IV akan membahas perda tentang ketahanan keluarga.

“Dan ini ada relevansinya. Karena itu diskusi kami tidak terbatas pada hari ini, kedepannya kami ingin perda tentang ketahanan kelurga ini menjadi payung hukum untuk melindungi masyarakat,” kata Rusman.

Kemudian, banyak dari organisasi sosial yang memberikan masukan maupun kasus-kasus yang ditangani kepada Komisi IV DPRD Kaltim.

Salah satunya Sri Utari dari yayasan Kharisma Pertiwi, ia mengatakan bahwa semua permasalahan yang disampaikan ada di yayasannya yang ditampung dalam Rumah Aman yang isinya dari anak berkebutuhan khusus, anak yang tidak diinginkan orangtuanya hingga anak dari korban perkosaan. Hingga sekarang ada 86 orang anak yang ditampung.

“Jadi di tempat kami ada sebanyak 84 orang anak ditambah 2 bayi yang lahir dari korban perkosaan. Kami harap Dewan mendengar keluh kesah kami dan bisa membantu agar penanganan korban kekerasan atau KDRT yang sudah 2 tahun tidak ditanggung BPJS bisa dapat perawatan juga,” ungkap Sri Utari.

Menanggapi hal tersebut, Rusman mengatakan, akan coba usulkan kepada pemerintah agar salah satunya, yaitu anggaran dari beasiswa Kaltim Tuntas agar bisa dialokasikan kepada anak-anak korban kekerasan.

“Akan kami sampaikan kepada badan pengelola beasiswa Kaltim Tuntas agar korban-korban semacam ini dapat perhatian, dan ini semakin menguatkan kami bahwa perda ini harus direvisi,” ujarnya.

Menurut Rusman, pembahasan ini belum selesai dan akan di bahas pada pertemuan selanjutnya, dan perda ini akan kami uji publik, dan akan kita dorong supaya ada komisi perlindungan anak dan ketahanan keluarga.
Turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin, dan anggota Komisi IV DPRD Kaltim diantaranya Puji Setyowati, Fitri Maisyaroh, dan Jawad Sirajuddin. (adv/hms8)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved