Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Mahulu Gelontorkan Rp 16,37 Miliar untuk Bangun Ruang Kelas hingga Perpustakaan

bangunan SDN 007 Mambes sudah dibangun sejak 2017 lalu. Namun pada 2018 sempat terhenti, dan baru bisa dilanjutkan pada 2019-2020 ini.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB MAHULU
RUANG KELAS BARU - Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh didampingi KepalaDisdikbud Feridiana Hendoq menandatangani prasasti peresmian bangunan ruang kelas baru dan perpustakaan SDN 007 Mambes, Selasa (22/9/2020). 

UJOH BILANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu), melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah menuntaskan pembangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mamahak Besar (Mambes). Dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 16,37 miliar lebih, kini telah terbangun beberapa fasilitas sekolah yang memadai

Kepala Disdikbud Mahulu Feridiana Hendoq mengatakan, bangunan SDN 007 Mambes sudah dibangun sejak 2017 lalu. Namun pada 2018 sempat terhenti, dan baru bisa dilanjutkan pada 2019-2020 ini.

“Jumlah anggaran yang digunaan sebesar Rp 16,37miliar,” kata Feridiana dalam laporannya saat peresmian sekolah itu, Selasa (22/9/2020).

Anggaran tersebut, lanjut Feridiana, dipergunakan untuk membangun beberapa fasilitas sekolah. Di antaranya, beberapa gedung untuk enam ruang kelas, ruang BK, ruang guru. Kemudian gedung perpustkaan, gedung serba guna atau aula, tiga rumah dinas guru, hingga semenisasi halaman sekolah.

“Dari fasilitas bangunan yang sudah terbangun ini, setidaknya dapat memotivasi para guru untuk lebih berinovatif dalam mengajar. Begitu pula bagi para siswa akan lebih giat belajar. Ini juga menjadikan warna pendidikan di Mahulu akan lebih baik,” katanya.

Meski sudah terbangun beberapa gedung, Feridiana mengungkapkan, di sekolah tersebut masih membutuhkan beberapa fasilitas lagi. Antara lain, laboratorium komputer, pagar sekolah, tempat parkir, bronjong bagian depan sekolah, gapura, pos jaga, penataan halaman, semenisasi, jalan koridor, serta mebel.

Di sekolah ini juga masih membutuhkan pengadaan komputer, buku-buku perpustkaan, rak buku perpustakaan, lemarin arsip, pengadaan genset dan lainnya. “Fasilits harus lengkap, karena sekolah ini akan menjadi role model untuk sekolah terpadu,” ujarnya.

Sebelumnya Feridiana menyampaikan, pembangunan SDN dilakukan menyusul kapasitas sekolah yang sudah tidak memadai. Di mana jumlah pelajar SD dengan ruang sekolah yang ada saat ini sudah tidak sebanding. (adv/naw)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved