Ditipu di Malaysia, Syamsuddin Pulang Jalan Kaki Terobos Hutan Krayan, Nunukan, Bekal Garam & Vetsin

Setelah kena tipu di Malaysia, Syamsuddin pulang jalan kaki terobos Hutan Krayan, Nunukan hanya berbekal garam dan vetsin

Dok tribunkaltim.co
Ilustrasi. Wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tampak di bagian belakang, Hutan Krayan. Setelah kena tipu di Malaysia, Syamsuddin pilih pulang ke Indonesia meski harus jalan kaki terobos Hutan Krayan, Nunukan hanya berbekal garam dan vetsin 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah kena tipu di Malaysia, Syamsuddin pilih pulang ke Indonesia meski harus jalan kaki terobos Hutan Krayan, Nunukan hanya berbekal garam dan vetsin

Mengadu nasib di Malaysia berharap mendapakan rejeki yang lebih baik, ternyata Syamsuddin malah kena tipu, ia kerja tak dibayar.

Syamsuddin pun pilih kembali ke Indonesia, meski harus jalan kaki, ia nekat menyusuri Hutan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Malaysia.

Lelaki asal Makassar itu memberanikan diri menerobos hutan belantara agar bisa kembali pulang ke Indonesia.

Syamsuddin sebelumnya bekerja di Malaysia sekitar sebulan sebagai tukang bangunan.

Namun karena merasa ditipu dan tak diberi upah, Syamsuddin bertekad kembali ke Krayan, Nunukan meski harus berjalan kaki menembus hutan.

Jalan Kaki Selama 8 Hari dari Malaysia ke Nunukan, Pria Ini Sempat Tersesat di Hutan Krayan

Tak Tinggalkan Ibadah, Korban Penipuan di Malaysia Selamat Usai 8 Hari Susuri Hutan Krayan Nunukan

Proyek Pekerjaan Jalan Malinau-Nunukan Terpaksa Berhenti, Harga Solar di Krayan Rp 35 Ribu per Liter

Harga Solar Tembus Rp 35 Ribu Perliter di Krayan Kaltara, Harga Gula Pasir Rp 40 Ribu Perkilogram

Tak temukan makanan

Syamsuddin hanya berbekal air minum, vetsin dan garam selama perjalanannya menyusuri hutan.

Sebab, ia tak memiliki cukup uang.

Selama berjalan berhari-hari, Syamsuddin tak menemukan satu pun buah-buahan yang dapat dimakan.

Dia hanya menaburkan garam atau vetsin ke lidahnya, kemudian meminum air putih untuk mengganjal perut yang lapar.

"Jadi dia rasa-rasa saja itu garam dan vetsin.

Nah, hanya itu saja dia bawa bekal, tidak ada dia bilang jumpa pohon buah, hewan juga tidak ada dijumpa selama jalan kaki berapa malam itu," kata Nursiah, istri Syamsuddin.

Dihantui suara hewan buas Hutan Krayan dikenal masih dihuni hewan-hewan buas seperti macan dahan hingga babi hutan.

PROFIL Top 3 Meli, Hari, dan Gunawan, Jadwal Grand Final LIDA 2020 Mulai Malam Ini, Adakah Leslar?

 2 Oknum ASN di Medan Pingsan Dalam Mobil Divonis Hakim, Terungkap Sudah 6 Kali Hubungan Intim

 Pencairan Insentif Prakerja Juga Bisa via e-Wallet, Cara Upgrade Akun OVO, LinkAja, Gopay, dan DANA

 HASIL MotoGP Catalunya 2020, Quartararo Tercepat, Cek FP1 - FP2 dan Moto2, Jadwal MotoGP LIVE Trans7

Dalam perjalanannya, Syamsuddin kerap mendengarkan suara-suara hewan buas.

Namun beruntung, tak satu pun hewan buas dia temui.

Nursiah menduga suaminya terlindungi karena tidak pernah meninggalkan ibadah meski berada di tengah hutan.

"Memang dari dulu dia (Syamsuddin) tidak pernah itu yang namanya tinggalkan shalat, selalu dia bangun malam tahajud, itu juga yang dia cerita.

Kenapa jelas sekali banyak suara binatang buas, tapi tidak ada sedikit pun sentuh dia, biar di hutan, tahajud dia selalunya," kata dia.

Ditemukan lemas oleh warga

Anak Syamsuddin, Suryaningsih kemudian melaporkan ke Pos SAR Nunukan bahwa ayahnya hilang pada 16 September 2020.

Suasana pegunungan dan hamparan sawah di desa Long Midang, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara
Suasana pegunungan dan hamparan sawah di desa Long Midang, Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Istimewa)

Sebab, sudah berhari-hari tak ada kabar dari sang ayah.

Untungnya Syamsuddin ditemukan oleh warga dan langsung dievakuasi.

Saat ditemukan, kondisi tubuhnya lemas dan kelaparan di bawah sebuah pohon besar.

Baru pada 23 September 2020, Syamsuddin menghubungi keluarga dan mengabarkan bahwa kondisinya baik-baik saja. Nursiah dan Ningsih pun mulai berpuasa sesuai dengan hajatnya jika Syamsuddin selamat.

"Kami dapat kabar, langsung bapak yang menelepon kalau dia selamat.

Itu mukjizat karena doa kami diijabah, kami hari ini mulai puasa," kata dia.

Ditipu di Malaysia

Syamsuddin sebenarnya sudah sembilan tahun bekerja sebagai pemborong bangunan di Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kemudian, dia mendapatkan tawaran pekerjaan di Malaysia.

Namun ternyata, Syamsuddin tidak pernah digaji saat bekerja di sana.

Syamsuddin biasanya selalu mengirimkan uang kepada istri dan anaknya di Makassar.

Tetapi sebulan terakhir, Syamsuddin tidak melakukannya karena tak mendapat upah.

Syamsuddin pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia karena merasa ditipu.

Setelah ditemukan warga di hutan, Syamsuddin mengaku belum ingin kembali ke tempat asalnya di Makassar.

Dia ingin kembali bekerja di Krayan, tempat kerja Syamsuddin sebelumya.

 Permintaan Gading Soal Pacar Jangan Masuk Rumah Dilanggar Gisel, Picu Orangtua Gempi Tak Bisa Rujuk?

 DAFTAR Kode Redeem Free Fire Terbaru 26 September 2020, Hadiah Skin Senjata, Bundle, hingga Karakter

• Terjawab, Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan Tahap 5, Siap-siap Cek Rekening, Cuma 2 Juta Karyawan

 Lesty Kejora Sebut Nama Aktor yang Jadi Pria Idaman, Bukan Rizky Billar atau Rizki DA, Rossa: Halu

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor : Khairina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Syamsuddin Hilang 8 Hari di Hutan Perbatasan Malaysia, Dihantui Suara Hewan Buas, Ditemukan Lemas", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/09/26/06444311/kisah-syamsuddin-hilang-8-hari-di-hutan-perbatasan-malaysia-dihantui-suara?page=all#page2.


Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved