HUT Kota Tenggarong ke 238
Begini Riwayat Singkat Berdirinya Kota Tenggarong, Tercetus dari Ide Sultan Aji Imbut
Pada 28 September 2020 yang jatuh Senin besok, Kota Tenggarong akan genap berusia 238 tahun. Kota Tenggarong menjadi ibu kota di wilayah
Penulis: Aris Joni |
“Lalu keesokan harinya Aji Imbut menyampaikan mimpi itu kepada para pengikutnya untuk menafsirkan arti dan makna dari mimpinya semalam,” terang Arfan Boma.
Kemudian, tidak jauh ternyata di seberang Gersik tempat mereka bermalam ditemukanlah suatu rantauan yang terdapat hamparan gunung berbatu yang menjulang ke barat dan ke arah selatan adanya dataran luas diselingi oleh pohon-pohon pandan yang sedang berbunga.
Lalu, di tengah dataran yang luas itu mengalirlah sebuah anak sungai yang berkelok-kelok dan bermuara ke Sungai Mahakam dan tepat di hadapannya terdapat sebuah pulau yang membagi dua sungai mahakam.
“Tepian Pandan yang asal namanya oleh masyarakat Melayu yang mendiami daerah rantauan ini yang menyebut mereka suku Lampong dan Kedang, dengan kepala sukunya bergelar Sri Mangku Jagat, Sri Setia Demong, Demang dan Jaya,” paparnya.
Baca juga: NEWS VIDEO Sepasang Lansia Tinggal di Bekas Kandang Ayam Selama 23 Tahun
Baca juga: TAK HANYA DICOPOT! TERKUAK Nasib Kapolsek Karena Konser Dangdut Saat Covid-19, Mahfud MD Ikut Bicara
Lalu, Aji Imbut dan kerabat kerajaan beserta Kepala Suku Lampong dan Kedang bermusyawarah untuk menyimpulkan makna mimpi Aji Imbut semalam.
Kemudian, setelah ditafsirkan bahwa rantauan yang berbau harum adalah Tepian Pandan karena harum bunganya dan dua ekor naga yang merebutkan kemala adalah dua anak sungai yang muaranya saling berhadapan dan di tengahnya terdapat sebuah pulau.
“Ditempat inilah nantinya Kerajaan Kutai Kartanegara akan mencapai puncak kejayaannya dengan segala kemakmuran rakyatnya,” ucapnya.
Ia menambahkan, Tepian Pandan asal namanya yakni Tangga Aron yang merupakan sebuah pondok suku Lampong bernama Aron, tangganya masuk ke sungai sehingga oleh Aji Imbut dikatakannya Tangga Aron.
“Tapi oleh pengikut raja yang berasal dari orang-orang Bugis mengatakannya tangga arong, sehingga akhirnya menjadi disebut Tenggarong,” tuturnya.
(TribunKaltim.co/Aris Joni)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/patung-lembuswana-hewan-mitologi-yang-menjadi-kendaraan-raja-raja-kutai.jpg)