Breaking News:

Dirgahayu TNI, Sinergi untuk Negeri

TAHUN ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Negeri kita, termasuk juga dibelahan bumi lainnya, harus menghadapi pandemi dengan jumlah korban

Dirgahayu TNI, Sinergi untuk Negeri
IST
HUT TNI

TAHUN ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Negeri kita, termasuk juga dibelahan bumi lainnya, harus menghadapi pandemi dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Akan menjadi sebuah refleksi bagi kita semua ketika menghadapi normal baru, dimana kita harus tetap menjaga protokol kesehatan terutama saat berada diluar rumah. Namun disisi lain, ada mereka yang mendedikasikan dirinya menjaga warga Indonesia untuk tetap merasa aman dan memastikan bahwa semua ini akan baik-baik saja, salah satunya adalah TNI.

Dengan visi terwujudnya TNI yang profesional dan modern yang memiliki kemampuan proyeksi regional serta mampu berkomitmen secara global, secara garis besar misi TNI adalah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, menjadi kekuatan regional dan berperan serta secara global, mendukung kebijakan politik negara sebagai Poros Maritim Dunia.

Tentunya visi dan misi yang dimiliki oleh TNI telah sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia serta amanah UUD 1945 sebagai konstitusi Republik Indonesia. Militer Indonesia pun unggul dimata dunia. Berdasarkan rilis Global Firepower 2020, Indonesia menempati peringkat 16 dari 138 negara.

Namun demikian, TNI juga harus siap dalam menghadapi konsep perang modern yang sifatnya asimetris. Bahwa ancaman nyata saat ini tidak lagi kekuatan militer suatu negara, tetapi juga kekuatan nirmiliter baik dari negara maupun entitas non negara seperti kelompok pemberontak, teroris, senjata biologis, serta berbagai ancaman nirmiliter lainnya.

Untuk menghadapi permasalahan ini, tidak hanya kekuatan alutsista semata yang diperlukan, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia yang terdapat didalamnya. Dalam konsep perang modern, perkembangan domain perang saat ini meliputi darat, laut, udara, ruang angkasa, dan cyber.

Keberadaan cyber sebagai domain perang modern menjadikan kemampuan penguasaan teknologi adalah salah satu hal yang wajib dimiliki oleh sumber daya manusia dilingkungan TNI. Selain itu, kemampuan lain seperti melakukan dialog, pencegahan konflik, kemampuan negosiasi, pemberdayaan generasi muda, adalah kemampuan yang juga harus dimiliki oleh setiap SDM TNI sebagai perwujudan kesiapsiagaan dalam menghadapi perang modern saat ini.

Dalam Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan juga disebutkan mengenai pelibatan TNI dalam penanganan wabah Covid-19, namun demikian jauh sebelum adanya Inpres tersebut, TNI telah berkontribusi dalam penanganan Covid-19.

Inpres tersebut selaras dengan bentuk kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 7 Ayat (2) huruf b angka 9 dan 10 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yaitu membantu tugas pemerintahan di daerah, serta membantu Polri dalam rangka tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diatur dalam UU.

Selain mempersiapkan kekuatan dalam menghadapi Operasi Militer untuk Perang, TNI turut menjalankan tugas pokok Operasi Militer Selain Perang sebagaimana tertuang dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved