Breaking News:

Dirikan Rumah Belajar, DSN Group Terapkan Pola Mendidik Sambil Mengasuh di Kutim

Keberadaan sarana pendidikan bagi anak-anak menjadi hal yang sangat penting bagi orang tua.

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Suasana belajar di Rumah Belajar yang didirikan DSN Group di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Keberadaan sarana pendidikan bagi anak-anak menjadi hal yang sangat penting bagi orang tua.

Terutama bagi karyawan atau masyarakat yang berada di sekitar area perkebunan kelapa sawit yang lokasinya cukup jauh dari lembaga pendidikan formal atau sekolah umum.

Salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menunjukkan kepeduliannya dalam menyediakan akses dan sarana pendidikan bagi karyawan dan masyarakat sekitar adalah PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group).

Di salah satu area perkebunan terluasnya di Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, DSN Group mendirikan Sekolah Dharma Utama, yang merupakan pendidikan formal dari jenjang TK sampai SMP.

Baca Juga:NEWS VIDEO Viral Video Aksi Bocah 5 Tahun Operasikan Eskavator, Ternyata Belajar secara Otodidak

Baca Juga:Kuota Belajar Kemendikbud, Cara Daftar dan Cek Internet untuk Nomor Telkomsel, XL, Tri, dan Ooredoo

Selain sekolah formal tersebut, DSN Group juga mengembangkan konsep Rumah Belajar di Muara Wahau sebagai sarana pendidikan formal dan non-formal untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak, yang sasarannya tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi orang tua. Pada bulan September 2020 ini, Rumah Belajar DSN Group memasuki tahun ke-3.

Hingga saat ini DSN Group telah membentuk empat Rumah Belajar di dalam kebun yang tersebar di beberapa lokasi. Berbagai macam kegiatan pengembangan potensi anak telah dijalankan, diantaranya ruang untuk bereksplorasi, berkreasi dan belajar seperti perpustakaan keliling, bimbingan belajar, nonton bareng, maupun outbond.

CSR Operation Head Area 1 DSN Group, Kokok Budianto, mengatakan Rumah Belajar didirikan perusahaan tidak hanya sebagai tempat untuk pendidikan anak, tetapi juga sebagai sarana bagi komunitas kelompok masyarakat dan orang tua untuk saling berinteraksi terhadap hal-hal yang menjadi persoalan keseharian dunia anak-anak.

Dia mencontohkan di Rumah Belajar beberapa kali telah dilakukan sosialisasi maupun sarasehan parenting dengan tema beragam, seperti pola asuh anak yang baik dan bagaimana menanggulangi bahaya kecanduan gadget bagi anak-anak. Di Rumah Belajar ini, anak-anak dapat belajar sambil bermain dengan suasana yang santai.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved