Breaking News:

Pseudo Demokrasi

APA arti pseudo? Istilah dari bahasa Yunani ini dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang salah, palsu, atau berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri

Editor: Tohir

APA arti pseudo? Istilah dari bahasa Yunani ini dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang salah, palsu, atau berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya (menipu). Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari pseudo adalah semu; palsu; bukan sebenarnya.

Dari pengertian tersebut diatas dapat disampaikan bahwa Kontestasi perpolitikan di Indonesia berkecenderungan adanya terjadinya dan terwujudnya sebuah Pseudo Demokrasi yang nyata.

Bicara kotak kosong saya berpendapat bahwa demokrasi kita yang pasca reformasi 1998 dipandang akan mampu menciptakan iklim sejuk perpolitikan Indonesia seolah tidak dapat terealisasi dengan mudah. Kotak kosong akhirnya menjadi dinamika yang mewarnai proses pilkada pada tgl 9 Desember 2020 nanti.

Demokrasi di Indonesia seakan tertantang dengan munculnya fenomena kotak kosong yang mewarnai proses
tersebut. Yang akhirnya mau tidak mau akan muncul drama-drama baru lagi yang dapat menurunkan nilai demoktratisasi di Indonesia, yang dibangun dengan semangat reformasi 1998.

Daerah Pilkada Pelawan Kotak Kosong
Menurut Mochammad Afifuddin (2019) Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahwa masa pendaftaran pasangan calon peserta Pilkada Serentak 2020 telah berakhir pada Minggu (6/9/2019). Berdasarkan data sementara, terdapat 28 daerah yang hanya memiliki satu bakal pasangan calon (bapaslon) atau calon tunggal.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin menyampaikan keberadaan calon tunggal tercatat di 28 kabupaten/kota di 15 provinsi. Terdapat 28 kabupaten/kota yang terdapat satu bakal pasangan calon yang melakukan pendaftaran," kata Afif dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2019).

Dalam keterangannya, Afif menyebut provinsi dengan calon tunggal terbanyak adalah Jawa Tengah. Calon tunggal berada di lima kabupaten/kota, yaitu Kebumen, Wonosobo, Sragen, Boyolali, Grobogan, dan Kota Semarang.

Setelahnya disusul oleh Provinsi Sumatera Utara dengan empat kabupaten/kota, yakni Pematangsiantar, Serdang Bedagai, Gunung Sitoli, Humbang Hasundutan. Lalu, Sumatera Selatan dengan tiga daerah, yakni Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu
Selatan.

Selanjutnya terdapat di Gowa dan Soppeng di Sulawesi Selatan, Manokwari Selatan dan Raja Ampat di Papua Barat, Balikpapan dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur, serta Ngawi dan Kediri di Jawa Timur.

Ada pula di Bintan, Kepualauan Riau; Sungai Penuh, Jambi; Badung, Bali; Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat; Pasaman, Sumatera Barat; Mamuju Tengah, Sulawesi Barat: Bengkulu Utara, Bengkulu; dan Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Menurut Komisioner KPU Ilham Saputra (September, 2019) yakni berangkat dari penetapan dari pendaptaran periode pertama yang terdapat 28 daerah yang berpotensi adanya Pemilihan Kepala Daerah yang melawan kotak kosong akhirnya KPU memutuskan untuk memperpanjang pendaptaran calon peserta Pilkada 2020. Dari Perpanjangan pendaftaran calon tersebut akhirnya berkurang menjadi 25 daerah yang berpotensi melawan kotak kosong.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved