Breaking News:

Dugaan Pailit Hotel Bahtera Jaya Abadi Balikpapan Penuh Rekayasa, Kuasa Hukum Telusuri Bukti Fiktif

Kasus dugaan rekayasa pailit PT Hotel Bahtera Jaya Abadi telah menempuh jalur hukum. Isu ini membuat karyawan dan sejumlah rekanan resah

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI
ILUSTRASI - Manajemen dan karyawan Adika Hotel Bahtera melaksanakan upacara Peringatan HUT ke 74 Proklamasi di Lantai 7 Adika Hotel Bahtera Balikpapan, Sabtu (17/8/2019). TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus dugaan rekayasa pailit PT Hotel Bahtera Jaya Abadi telah menempuh jalur hukum. Isu ini membuat karyawan dan sejumlah rekanan resah.

Perusahaan yang menaungi Hotel Menara Bahtera Jaya Abadi Balikpapan Kalimantan Timur dan Hotel Adika Bahtera, diduga pailit karena tak mampu membayar utang kepada kreditur.

Anehnya, kreditur yang dimaksud, diduga fiktif setelah dilakukan pemeriksaan di kantor pencatatan sipil.

Ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum PT Hotel Bahtera Jaya Abadi, yakni Agus Amri SH, setelah melakukan penelusuran.

Baca Juga: Serikat Buruh Bersama DPR Bentuk Tim Perumus RUU Cipta Kerja

Baca Juga: Buruh Menolak Keras Sistem Kejar Tayang RUU Cipta Kerja yang Dipaksakan Pemerintah dan DPR

"Kita sudah melakukan penelusuran terhadap tiga nama ini. Dan hasilnya didapati fiktif. Tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Rabu (7/10/2020).

Hotel Menara Bahtera Jaya Abadi dalam putusan Nomor 17/Pdt.Sus/PKPU/2020/PN-Niaga Surabaya.

Dianggap sebagai debitur yang meminjam uang senilai Rp7 miliar pada 3 kreditur berbeda.

Baca Juga: Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Disahkan, Serikat Pekerja di Balikpapan Desak untuk Direvisi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved