News video

NEWS VIDEO Tahanan Baru di Rutan Tanjung Redeb Berau Wajib Rapid Tes

Kepala Rutan Tanjung Redeb Prayitno menyebutkan selain kasus narkoba diantara 36 tahanan yang diterima kemarin Senin (5/10/2020).

Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur mendapat 36 tambahan tahanan baru.

Sebelum memasuki Rutan, tahanan yang didominasi kasus narkoba itu wajib dilakukan Rapid tes sebagai langkah preventif mencegah penyebaran Covid-19 di dalam Rutan. 

Kepala Rutan Tanjung Redeb Prayitno menyebutkan selain kasus narkoba diantara 36 tahanan yang diterima kemarin Senin (5/10/2020) juga terdapat kasus lain seperti kasus pencurian. 

"Kami pakai aturan Covid-19, maka narapida kita tes dulu menggunakan Rapid untuk mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau tidak," jelas Prayitno saat ditemui TribunKaltim.co, Selasa (6/10/2020) 

"Dan jika positif maka tidak dipekenanagkan masuk dulu kedalam rutan tetapi harus menjalani perawatan di luar hingga dinyatakan sembuh atau negatif, namun jika hasilnya negatif maka bisa langsung kami terima," pungkasnya. 

Kepala Rutan Tanjung Redeb itu menambahkan 36 tahan baru tersebut ada tahanan A2 atau tahanan kejaksaan juga tahan A3 atau tahanan kepolisian. 

"Mereka di tahan disini sambil mengikuti proses hukum. Dan dari 36 yang kemarin itu 31 laki-laki dan lima lainnya perempuan. Salah satunya perempuan itu yakni yang mencoba memasukkan narkoba dalam lapas melalui tahu isi itu yang berhasil kami gagalkan," tuturnya 

Dengan adanya tambahan tahanan baru kata Prayitno status Runtan Kelas IIB Tanjung Redeb tersebut masih over load, namun jumlahnya berkurang dengan adanya program asimilasi yang dilakukan oleh pemerintah. 

"Saat ini masih over load namun tidak seperti sebelumnya karena ada program asimilasi. Sekarang banyak berkurang tapi tetap masih tinggi jumlah penghuni yang kapasitas 195 namun di isi 737 warga binaan," jelasnya. 

Prayitno juga menambahkan saat ini Rutan Tanjung Redeb masih tidak memberlakukan besuk langsung terhadap warga binaan tetapi dilakukan via online atau video call, jadi warga yang ingin menyapa keluarga atau kerabat dalam Rutan hanya bisa berkomunikasi via online sebagai upaya memutus penyebaran Covid-19. (*)

Naskah: TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim
Videografer: TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim
Video Editor: TribunKaltim.co/Fz

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved