News Video

NEWS VIDEO Mahasiswa Sempat Ribut dengan Pedagang Pasar Segiri Saat Demo

Faisal pedagang sayur mengatakan kendaraan sayur untuk masuk ke pasar tersebut tidak bisa lewat. Biasanya jam 12 Siang sayur sudah masuk

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mahasiswa dan buruh berdemo di simpang Lembuswana Kota Samarinda, Rabu (7/10/2020) sore.

Mereka menuntut pemerintah mencabut UU Omnibus Law yang disahkan Senin (5/10/2020) malam.

Mereka menganggap UU tersebut dianggap kapitalis dan merugikan kaum pekerja.

Bahkan mahasiswa pun turut memblokade jalan tersebut. Dari arah jalan Juanda, Sutomo, M. Yamin, Letjen Suprapto dan jalan Mayjen S Parman ditutup mahasiswa.

Mereka pun turut membakar ban bekas selama unjuk rasa berlangsung.

Dan sempat terjadi bentrok antara pedagang sayur pasar Segiri dengan mahasiswa.

Faisal pedagang sayur mengatakan kendaraan sayur untuk masuk ke pasar tersebut tidak bisa lewat. Biasanya jam 12 Siang sayur sudah masuk ke dalam pasar.

"Kasihan juga Kami ini pedagang juga cari makan. Biasanya Siang sudah datang tapi sudah tiga jam belum datang-datang juga ini," keluhnya.

Sempat terjadi perdebatan sengit antara pedagang dan mahasiswa.

Namun cek cok antara pedagang dan mahasiswa pun diredakan oleh salah satu aktifis yang juga memantau berjalannya aksi.

Sehingga kendaraan pengangkut sayuran itu diperbolehkan lewat ke area pasar. "Daerah pasar macet sekali karena perubahan lalulintas," katanya.

IKUTI >> News Video

IKUTI >> News Video

Naskah: TribunKaltim.co/Jino Prayudi Kartono

Videografer: TribunKaltim.co/Jino Prayudi Kartono

Video Editor: TribunKaltim.co/Ardian

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved