Optimalisasi Sosialisasi saat Pandemi, KPU Kukar Maksimalkan Alat Peraga dan Bahan Kampanye
Di tengah pandemi Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara tak memungkiri memiliki sejumlah kendala untuk mengoptimalkan sosialisasi.
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Di tengah pandemi Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Kartanegara (Kukar) tak memungkiri memiliki sejumlah kendala untuk mengoptimalkan sosialisasi terkait Pilkada 2020.
Untuk itu, KPU Kukar maksimalkan pengadaan alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK).
Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Kukar Yuyu Nurhayati saat ditemui sejumlah wartawan, di ruang kerja, Kantor KPU Kukar, Tenggarong, Rabu (8/10/2020).
"Untuk APK kami akan menetapkan jumlah maksimal sesuai dengan PKPU Nomor 4 tahun 2017 dan PKPU No 10 Tahun 2020," kata Yuyun.
Ukuran APK pun sesuai yang sudah disetujui untuk difasilitasi KPU.
Yuyun menjelaskan, APK pasangan calon (paslon) yang difasilitasi oleh KPU berupa baliho yang sudah disepakati dengan ukuran 4 x 7 meter sebanyak 5 buah, kemudian umbul-umbul berukuran 5 meter x 1,5 meter sebanyak 20 buah per kecamatan.
Kemudian spanduk berukuran 1,5x4 meter sebanyak 2 buah per desa/kelurahan.
Sedangkan untuk bahan kampanye (BK) KPU menyediakan 251.174 lembar, sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang ada di Kukar.
Bahan kampanye yang disediakan KPU berupa selebaran HVS dua sisi, brosur, pamflet dan poster.
“Kita ambil angka yang maksimal, untuk membantu proses sosialisasi yang masif sampai dengan desa/kelurahan,” jelas Yuyun Nurhayati.
Selain difasilitasi KPU, paslon juga bisa menambah APK yang jumlah cetaknya 200 persen dari yang disediakan KPU.
Untuk baliho dengan ukuran 4x7 meter disepakati penambahan 10 buah yang dipasang di 10 titik. Kemudian untuk umbul-umbul dengan ukuran 5x1,5 meter sebanyak 40 buah yang dipasang di 40 titik dan spanduk dengan ukuran 1,5x4 meter sebanyak 4 buah yang dipasang di 4 titik.
Sedangkan untuk bahan kampanye yang berupa selebaran HVS dua sisi, brosur, pamflet dan poster, Paslon diperbolehkan menambah dengan jumlah cetaknya 20 persen dari 251.174 atau jumlah kepala keluarga di Kukar yakni 50.235 lembar.
Yuyun berharap nantinya partisipasi masyarakat dalam Pilkada Kukar pada 9 Desembermendatang bisa sesuai target yang ditetapkan, yakni 77,5 persen.
“Hambatan ini bukan cuma di Kutai Kartanegara saja, tetapi juga dihadapi kabupaten/kota yang lain. Apalagi di Kukar letak geografisnya dengan wilayahnya luas, ini cukup menyulitkan dengan sosialisasi daring dan tatap muka di tengah pandemi Covid-19,” kata Yuyun. (adv/m08)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kpu-kukar3.jpg)