Polresta Samarinda Siagakan 1000 Personel, Imbau Pendemo Tolak UU Omnibus Law Agar Tetap Kondusif

Rencana massa aksi bergerak dari dua titik kumpul di Taman SMAN 1 Samarinda dan Islamic Centre Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO, MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Apel siaga yang digelar tepatnya di Halaman kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (8/10/2020) (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rencana massa aksi bergerak dari dua titik kumpul di Taman SMAN 1 Samarinda dan Islamic Centre, Jalan Slamet Riyadi, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Polresta Samarinda sendiri menyiagakan 980 personel gabungan dari TNI-Polri serta tambahan 2 kompi cadangan dari personel Polres Kutai Kartanegara dan Polres Bontang.

Ini untuk mengamankan jalannya aksi demo menolak pengesahan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang rencananya akan digelar di gedung DPRD Provinsi Kaltim, Kamis (77/10/2020) hari ini.

Dari nformasi yang dihimpun reporter Tribunkaltim.co di lapangan, personel mengikuti apel siaga guna mengantisipasi massa aksi demo yang rencananya akan diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus di wilayah Samarinda.

Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso yang memimpin apel pada hari ini menjelaskan, personel yang disiagakan bukan hanya jajaran Polresta Samarinda saja.

Baca juga: Ridwan Kamil Tulis Status dan Minta Tanggapan soal UU Cipta Kerja, Komen Annisa Pohan Banjir Respon

Baca juga: Mahasiswa Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja, Water Canon dan Kawat Berduri Siaga di DPRD Kaltara

Baca juga: Enam Siswa SMA di Gelandang ke Polresta Samarinda, di Ponsel Ditemukan Ajakan Ikut Demo

Namun juga dari personel Brimob Polda Kaltim, TNI dan Polres Kukar dan Bontang

"Dari informasi yang diterima, akan ada aksi unjuk rasa, maka kami siagakan 980 personel gabungan. Ditambah dua kompi dari Polres Kukar dan Polres Bontang. Juga menyiapkan peralatan ( warter cannon & barier) demi terciptanya situasi kondusif di Kota," jelas Erick, Kamis (8/10/2020).

Erick juga mengimbau para peserta aksi agar berlaku tertib dan kondusif dalam menyampaikan aspirasinya.

"Tentunya kami mengimbau dan berharap kegiatan para pendemo nantinya berjalan dengan tertib tanpa ada pelanggaran ataupun sentuhan fisik dengan petugas," tegasnya.

Terlihat dari pantauan lapangan, aparat kepolisian bersenjata lengkap sudah disiagakan di gedung DPRD Provinsi Kaltim tempat dimana titik aksi yang rencananya akan berlangsung.

(Tribunkaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved