Breaking News:

Selamat Datang di Republik Investasi

PENGESAHAN Rancangan Undang- Undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker) menjadi UU Ciptaker sudah dilakukan. Seperti banyak diduga sebelumnya

Editor: Tohir

Jokowi memenuhi pikirannya dengan berbagai rencana ambisius developmentalism. Proyek Food Estate berlanjut dengan target pembukaan lahan untuk mencetak sawah di Merauke seluas 1,2 juta ha, wilayah Kalimantan Barat (120.000 ha), Kalimantan Tengah (180.000 ha), Kalimantan Timur (10.000 ha), dan Maluku (190.000 ha).

Lebih ambius lagi dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Lahan yang akan dibuka untuk kepentingan tersebut mencapai 180.000 hektare. Di wilayah calon ibukota baru itu sebelumnya sudah terdapat 162 konsesi tambang, perkebunan sawit dan PLTU Batubara. Kebijakan-kebijakan Jokowi mulai menuai kritik karena dianggap menjauhkannya otoritasnya dari kepentingan rakyat dan keterjagaan lingkungan hidup.

Hanya saja kadar kritik masih terlalu rendah karena citra low profile yang dimilikinya sudah cukup berkemampuan memunculkan difuse support dari masyarakat luas. Pengkanalan aktivis kritis ke dalam lingkaran kekuasaan, juga punya pengaruh untuk itu. Jokowi mengeluarkan 16 paket ekonomi yang berisi deregulasi dan debirokratisasi untuk investasi.

Beberapa regulasi yang sudah disahkan, berpotensi melemahkan agenda-agenda reformasi seperti UU KPK, UU Sumberdaya Air, UU Sistem budidaya Tanaman dan UU Minerba.

Terkini adalah UU Omnibus Law yang menjadi catatan sejarah, puncak kemudahan investasi dan meminimalkan tanggungjawab atas konsekuensi dari investasi tersebut. Jika ini diteruskan, alih-alih kesejahteraan rakyat, yang terjadi adalah perluasan deforestasi yang berakibat pada bencana-bencana alam serta nonalam yang berpotensi menyengsarakan.(*)

Oleh: Dwi Munthaha,
Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved