Hilirisasi Batu Bara Kalimantan Timur ke Methanol Dianggap Punya Potensi Tumbuhkan Industrialisasi

Sumber daya alam batu bara di Indonesia merupakan salah satu andalan sumber energi alternatif di luar minyak dan gas bumi.

Penulis: Heriani AM | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HP
Sejumlah kapal tongkang ditarik tug boat mengnangkut batu bara melintasi Sungai Mahakam Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Sumber daya alam batu bara di Indonesia merupakan salah satu andalan sumber energi alternatif di luar minyak dan gas bumi. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sumber daya alam batu bara di Indonesia merupakan salah satu andalan sumber energi alternatif di luar minyak dan gas bumi.

Prospek penambangan batu bara dengan metode konvensional seperti masih dilakukan saat ini, untuk masa yang akan datang semakin sulit.

Meski menyumbang pendapatan daerah yang tinggi, nyatanya pertambangan ini sedikit menyerap tenaga kerja. Sehingga dibutuhkan solusi untuk permasalahan itu.

Sebagai informasi, sumber daya batu bara Kalimantan sebesar 79 miliar ton dengan total cadangan sebesar 25,98 miliar ton.

Baca Juga: Kepala DP3A Kukar Imbau Orangtua Dampingi Anaknya Saat Bermain Smartphone

Baca Juga: BREAKING NEWS Hari Ini SPSI Berau Demo UU Cipta Kerja, Gelar Audiensi dengan DPRD dan Pemkab

Berdasarkan jenis kalorinya, batu bara Kalimantan didominasi oleh kalori medium (5100-6100 kcal) dengan presentase sebesar 73 persen dari total sumber dayanya dan 56 persen dari total cadangannya.

Sampai saat ini masih tingginya permintaan Tiongkok terhadap batubara kalori tersebut yang digunakan untuk proses blending menjadi penopang kinerja perekonomian di Kalimantan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono via daring.

Kalimantan Timur menempati urutan pertama top 5 cadangan batubara nasional dengan pangsa THD nasional sebesar 42 persen.

Disusul Sumatra Selatan 25 persen, Kalimantan Selatan 13 persen, Kalimantan Tengah 7 persen dan Jambi 3 persen.

Namun sejalan dengan penurunan permintaan global, kinerja produksi dan ekspor batubara Kalimantan Timur mengalami kontraksi.

"Kuota produksi batu bara Kaltim pada 2020 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Kendati demikian, kondisi pembiayaan pertambangan Kaltim cukup baik, walau memiliki resiko cukup tinggi.

Perusahaan Batu Bara beroperasi di Kalimantan Timur
Perusahaan Batu Bara beroperasi di Kalimantan Timur (TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved