Breaking News:

Kasus Rudapaksa Adik Ipar di Samarinda, Psikolog Sebut Pelaku Harus Mendapat Sanksi Berat

Kasus rudapaksa terhadap gadis belia berumur 15 tahun, yang kini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan.

Kolase Tribunkaltim.co
ILUSTRASI - Korban tindakan asusila terhadap anak-anak perempuan. Kasus rudapaksa terhadap gadis belia berumur 15 tahun, yang kini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dilakukan oleh orang terdekat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus rudapaksa terhadap gadis belia berumur 15 tahun, yang kini ditangani Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polresta Samarinda, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dilakukan oleh orang terdekat.

Tidak lain pelakunya adalah paman sang gadis, hal ini turut disesalkan oleh Psikolog di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (P2TP2A) Samarinda, Ayunda Ramadhani.

Ayunda, sapaan akrabnya, mengatakan kasus rudapaksa tentu berimbas pada hubungan yang lebih luas.

Pelaku harus mendapatkan hukuman yang berat. 

Baca Juga: Wapres Maruf Amin Beber Sejak Zaman Nabi Ada Pandemi, Ada Pola Pentingnya Cuci Tangan

Baca Juga: Bukan Teori Semata, Kemendikbud Meminta Mahasiswa Sosialisasikan Protokol 3M Tangkal Corona

Sanksi berat, lanjutnya, harus dikenakan pada pelaku lantaran akibat aksi amoral yang dilakukan pria 29 tahun tersebut bisa merusak hubungan rumah tangga bersama istrinya.

Kemudian berimbas pada hubungan korban dengan kakak kandungnya yang merupakan.

Serta merusak hubungan anak dengan orangtua, pelaku diketahui memiliki seorang anak dari pernikahannya.

Hal ini juga berimbas pada hubungan istri dan ibunya yang tidak lain mertua pelaku, serta keluarga besarnya.

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved