Breaking News:

Virus Corona

Produksi Massal Vaksin Corona Merah Putih, Menristek Sebut akan Gandeng Sektor Swasta

Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek ) / Kepala Badan Riset Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam produksi massal vaksin Corona.

Editor: Budi Susilo
Freepik designed by brgfx
Ilustrasi vaksin covid-19. Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek ) / Kepala Badan Riset Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam produksi massal vaksin Corona atau covid-19 Merah Putih pemerintah menggandeng industri. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -- Produksi Massal vaksin covid-19 atau Corona Merah Putih, Menristek sebut akan gandeng dengan sektor swasta

Menteri Riset dan Teknologi ( Menristek ) / Kepala Badan Riset Bambang Brodjonegoro mengatakan, dalam produksi massal vaksin Corona atau covid-19 Merah Putih pemerintah menggandeng industri.

Atau pihak swasta untuk turut memenuhi kebutuhan vaksin mandiri.

Hal itu didasari, banyaknya kebutuhan vaksin covid-19 270 juta penduduk Indonesia untuk dua kali suntikan, sehingga memerlukan 540juta vaksin virus Corona.

Mantan kepala Bappenas ini mengatakan, BUMN seperti PT Bio Farma belum bisa memenuhi produksi massal vaksin.

Baca Juga: Perang Armenia vs Azerbaijan, Pasukan Garda Revolusi Iran Mulai Dimobilisasi ke Perbatasan

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan Senin 26 Oktober 2020, BMKG Sebut akan Turun Hujan di Jam-jam Berikut

Sejauh ini Bio Farma memiliki kapasitas produksi 250 juta dosis vaksin per tahun.

Kementerian Riset dan Teknologi, ujar dia telah bernegosiasi dengan pihak swasta yang ingin berinvestasi dalam pengembangan vaksin covid-19 atau Corona.

Perusahaan swasta tersebut antara lain PT Kalbe Farma, PT Sanbe Farma, PT Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia, PT Biotis dan Tempo Scan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved