Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Puluhan Guru Agama Katolik Kutai Barat Ikut Pembinaan Kompetensi

Puluhan guru pendidikan agama Katolik tingkat dasar di lingkup kabupaten Kutai Barat mengikuti kegiatan pembinaan kompetensi guru,

HUMASKAB KUBAR
MEMBUKA ACARA - Kepala Kantor Kemenag Kutai Barat HM Izzat Solihin membuka kegiatan kompetensi guru tingkat dasar guru agama Katolik, Senin (26/10/2020). 

SENDAWAR- Puluhan guru pendidikan agama Katolik tingkat dasar di lingkup kabupaten Kutai Barat mengikuti kegiatan pembinaan kompetensi guru, Senin (26/10).

Pada kesempatan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat H. Muhammad Izzat Solihin, S.Ag., M.Pd membuka kegiatan didampingi narasumber Drs Bastianus Pereri. Selain itu, juga di daulat untuk menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) Covid-19 pada seluruh guru yang hadir.

Kakankemenag membeberkan empat kompetensi yang menjadi syarat wajib seorang pendidik. Pertama, berkaitan dengan kompetensi pedagogik, dimana guru dituntut bisa memahami karakter muridnya. Berikan pendekatan yang baik pada siswa dalam menerima ilmu yang diberikan kepada mereka.

Kompetensi profesionalisme, yaitu guru harus memiliki kecakapan disiplin ilmu yang mereka miliki yang akan dia berikan pada murid. Selanjutnya kompetensi sosial, dimana tidak hanya mengajar dalam ruang kelas, guru juga dituntut memiliki kemampuan berinteraksi dengan orang tua siswa, teman profesi, serta lingkungan masyarakat. Terakhir berupa kompetensi kepribadian, dimana seorang guru dapat menjadi contoh serta teladan yang baik akan sifat-sifat positif yang mereka miliki.

Kakankemenag mengaku senang bisa berhadapan langsung dengan para guru di kesempatan ini, sebab pada dasarnya Izzat Solihin mengawali karir sebagai seorang guru di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Assyifa Kota Balikpapan.

Menurutnya, apalah artinya suatu bangsa tanpa adanya pendidik? Merekalah yang berperan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Bisa dikatakan pendidikan adalah aset penting dalam pengembangan sumber daya alam suatu bangsa.

Diceritakan, konon bangsa Jepang pernah terpuruk akibat musibah bom atom, pemimpin bangsa itu pertamakali bertanya masih adakah guru yang tersisa hidup. Dengan semangat tersisa, bangsa tersebut mampu berdiri kembali, dan hingga saat ini tercatat sebagai salah satu bangsa yang maju dalam bidang teknologi.

Pesan penting tersebut disampaikan Kakankemenag agar menjadi semangat para guru dalam mendidik anak bangsa. Terlebih di sesi berikutnya panitia telah mempersiapkan Kepala Bidang Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Kaltim Drs Bastianus Pereri untuk mengupas materi tentang strategi pengembangan pendidikan agama Katolik.

Kehadiran Drs Bastianus Pereri di Kubar tidak asing lagi di tengah-tengah guru, pasalnya sebelum bertugas di kanwil, pernah menjabat Kepala Seksi Bimas Katolik pada Kantor Kemenag Kubar.(adv/hms36/naw)

Tags
Guru Agama
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved