Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Tak Mesti Perlu Guru Pintar untuk Membangun Anak Bangsa

Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi ketika membuka Rembuk Pendidikan di Ruang Pertemuan Kantor Disdik Kaltim,

Editor: Achmad Bintoro
HUMASPROV KALTIM
Wagub Kaltim Hadi Mulyadi 

SAMARINDA - Membangun anak bangsa khususnya di dunia pendidikan tidak mesti memerlukan guru yang pintar di bidang studi diajarkan, tetapi bagaimana memiliki guru yang mampu membangkitkan semangat siswa dan siswi untuk maju.

Karena itu, momentum Rembuk Pendidikan tahun ini yang digelar Dinas Pendidikan Kaltim bukan hanya seremonial saja. Tapi mampu meningkatkan motivasi para guru untuk semangat membangun anak didik dengan penuh cinta dan doa.

"Tidak mesti memiliki guru yang pintar untuk membangun anak bangsa atau para pelajar. Tapi, bagaimana seorang guru mampu memiliki ikatan bathin dengan siswanya, sehingga anak-anak merasa senang dan semangat," kata Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi ketika membuka Rembuk Pendidikan di Ruang Pertemuan Kantor Disdik Kaltim, yang dihadiri Kadisdikbud Kaltim Anwar Sanusi dan Anggota DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Selasa (27/10).

Hadi mengingatkan Rembuk ini diharapkan mampu membangun guru-guru yang kreatif dan inovatif, sehingga bisa membina dan mendidik anak-anak dengan nyaman.

Meski kondisi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat untuk bekerja secara kreatif dan inovatif. Bahkan, ketika setelah pandemi pun demikian, tetap bekerja dengan penuh cinta dan doa.

"Inilah yang saya lakukan ketika menjadi guru, mulai mendidik anak TK hingga Perguruan Tinggi. Alhamdulillah semua anak didik saya ingat saya, meski sudah puluhan tahun. Karena itu, mendidik anak harus membangun bathin anak-anak itu terlebih dulu. Jika, mereka merasa nyaman, maka semua akan indah pada akhirnya," jelas Hadi.

Sebab, apabila bekerja dengan cinta dan doa kepada peserta didik, akan membuat guru dan murid terasa dekat. Artinya, murid akan merasa berkomunikasi dengan baik dan ilmu pengetahuan yang diajarkan pun mudah diterima.

"Apalagi saat ini belajar semua serba Online. Tentunya anak-anak murid akan senang apabila gurunya mengajar dengan penuh cinta dan doa," jelasnya. (jay/ri/adv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved