Breaking News:

Data Rekam Medis Dibeber ke Publik, Pejabat PLN Ancam Gugat RSMH, Pihak Rumah Sakit Siap Minta Maaf

Tindakan dugaan melanggar hak pasien terjadi di RSMH Palembang. Data hasil rekam medis, termasuk rekaman CCTV pasien bernama Ratna ke publik.

TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Mantan General Manager PLN Kaltim Kaltara, Riza Novianto Gustam 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN  - Tindakan dugaan melanggar hak pasien terjadi di  RSMH Palembang.  Data hasil rekam medis, termasuk rekaman CCTV pasien bernama Ratna Machmud dibeber ke publik.

Hal ini, membuat keluarga naik pitam dan melakukan ancaman gugatan ke pihak rumah sakit.

Padahal, sesuai ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, semua kaitan privasi pasien itu rahasia kedokteran.

“Ini jelas-jelas pelanggaran kode etik rumah sakit. Dan bisa saya sebut  zhalim dan melanggar  sisi aspek kemanusiaan. Tentu, sebagai keluarga, kami sangat sayangkan data pasien bisa bocor,” kata  Riza  Novianto Gustam, pejabat PLN, suami  pasien memberikan keterangan persnya terkait  dugaan pelanggaran  Standar Operating Procedur (SOP) di RSMH, Kamis (28/10/2020).

Baca juga: Uang Deposito yang Disimpan 32 Tahun di Bank Habis, Nasabah Ini Gugat Kerugian Lebih Rp 8 Miliar

Baca juga: Gugat PDAM Banjarmasin Rp 1 Miliar, Pemicunya Tagihan Naik 400 Persen Padahal Rumah Kosong

Baca juga: Besok Memasuki Sidang Ke-4, Seorang Anak Menggugat Ibunya Gegara Warisan, Ini Pesan Almarhum Ayah

 

Foto pasien Ratna itu tersebar ke publik. Itu diambil dari layar monitor CCTV rumah sakit kemudian disebar di media sosial yang tentu tujuannya mengarah kepada kepentingan politik seseorang.

Saat ini Ratna Machmud adalah calon Bupati  Musi Rawas yang sedang menjalani perawatan Covid-19 di RSMH Palembang tersebut.

Diduga kuat bocornya foto pasien di dalam ruang perawatan itu berasal dari internal RSMH Palembang karena foto yang disebar oleh akun facebook  berinisial AF tampak foto yang diambil dari layar monitor  CCTV RS.

Tentu ini pelanggaran kode etik RS dan  pemilik akun facebook yang menyebarkan juga dapat dikenai sanksi dan melanggar UU Informasi Traksaksi Elektronik (ITE).

Menurut Riza, hak pasien ada ketentuannya.  Dan sebagai rumah sakit bertaraf internasional  harusnya  memiliki SOP yang ketat.  Apalagi visi dan misi rumah sakit mengarah pada peningkatan pelayanan, pendidikan dan menjaga privasi pasien.

Dari data media ini kaitan rujukan regulasi aturan rumah sakit, pasal 57 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan  dan Pasal 17 huruf H angka 2 UU Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya  khususnya kaitan riwayat, kondisi dan perawatan sampai pengobatan secara fisik dan psikis.

Halaman
1234
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved