Breaking News:

Cegah Kanker Payudara dengan Pola Makan Nabati/Vegan

SETIAP tahun, diperkirakan 250.000 orang terkena kanker payudara. Dari 2.500 kasus kanker payudara pria dan 40.000 kasus kanker payudara wanita

Ilustrasi
Pola makan 

SETIAP tahun, diperkirakan 250.000 orang terkena kanker payudara. Dari 2.500 kasus kanker payudara pria dan 40.000 kasus kanker payudara wanita, ditemukan 460 pria meninggal. Sebenarnya, sangat penting mendeteksi kanker payudara tahapan paling awal untuk mempertinggi harapan survive/ bertahan (hidup). Sayangnya teknologi modern terkini, tidak dapat mendeteksinya.

Umumnya, saat kanker payudara di tahapan "agak terlambat", pasien baru menyadarinya. Penelitian menunjukkan sekitar 39% wanita usia 40 tahun telah berkembang kanker payudara dengan ukuran yang terlalu kecil untuk dideteksi mammogram.

Tentu jika menunggu dapat dideteksi teknologi terkini, saat ukuran kanker payudara mencapai ukuran cukup besar untuk dideteksi alat, "agak terlambat" memulai pola makan sehat agar kanker payudara tidak semakin berkembang atau agar sikonnya membaik. Prinsip terbaik, lebih baik mencegah (dengan pola makan dan gaya hidup sehat) daripada mengobati.

Tahun 2014, the American Institute for Cancer (AICR) merekomendasikan 10 pencegahan kanker. Salah satunya rekomendasi pola makan nabati utuh (whole plant foods diet) yang menurunkan risiko berbagai kanker dan penyakit-penyakit kronis lainnya, yaitu sayur-sayuran, buah-buahan, kelompok serealia utuh dan sejenisnya (whole grains), serta kacang-kacangan.

Penelitian tahun 2013, selama 7 tahun, diikuti sekitar 30.000 wanita yang telah mengalami menopause dan tidak memilki riwayat kanker payudara, mengikuti 3 dari 10 anjuran rekomendasi AICR (jaga berat badan normal, batasi konsumsi alkohol, konsumsi sebagian besar makanan nabati) membuktikan risiko terkena kanker payudara turun 62%.

Penelitian tahun 2006 pola makan nabati (plant-based) dan gaya hidup sehat misalkan berjalan kaki yang cukup tiap hari, dalam 2 minggu, terbukti sampel darah partisipan menurun pertumbuhan sel kankernya dan membunuh sekitar 20-30% sel ganas, dibandingkan dengan sampel darah sebelum menjalani diet nabati/ gaya hidup sehat.

Para peneliti menyimpulkan, penurunan kanker dapat disebabkan penurunan tingkat IGF-1 (Insulin-like Growth Factor 1) karena penurunan konsumsi sumber protein hewani. IGF-1 merupakan berperan sangat penting dalam pertumbuhan sel.

Semakin banyak IGF-1 dalam darah, semakin tinggi risiko pertumbuhan sel kanker. Sehingga mengurangi konsumsi sumber hewani, dapat menurunkan IGF-1 dan meningkatkan kemampuan alami tubuh melawan kanker. Penelitian tahun 2002, Ngo dan para peneliti lainnya, menemukan setelah 11 hari menurunkan konsumsi protein hewani, tingkat IGF-1 turun hingga 20%, sebaliknya tingkat IGF-1 binding protein (pelindung kanker) naik hingga 50%.

Para ahli kesehatan dunia menyarankan full pola makan nabati/ vegan (plant-based diet) karena banyak penelitian menunjukkan pola makan nabati/vegan dapat menurunkan hormon pertumbuhan (IGF-1) dan menaikkan tingkat IGF binding protein (pelindung kanker).

Pola makan non hewani yang mengonsumsi telur dan susu sapi tidak berefek proteksi sama dengan pola makan nabati/vegan. Karena semua jenis protein hewani (termasuk susu dan telur) menstimulasi produksi IGF-1.

Halaman
12
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved