Breaking News:

Virus Corona di Kutim

Pekerja Swasta Sumbang 50 Persen Jumlah Pasien Covid-19 di Kutai Timur

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dipimpin Pjs Bupati Dr M Jauhar Efendi.

Penulis: Margaret Sarita | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MARGARETA SARITA
Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dipimpin Pjs Bupati Dr M Jauhar Efendi, bersama Asisten I, Dr Suko Buono dan Kepala BPBD Syafruddin MAP, menggelar rapat koordinasi penanganan covid -19 di wilayah Kutim, Senin (2/11/2020). TRIBUNKALTIM.CO/MARGARETA SARITA 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dipimpin Pjs Bupati Dr M Jauhar Efendi, bersama Asisten I, Dr Suko Buono dan Kepala BPBD Syafruddin MAP, menggelar rapat koordinasi penanganan covid -19 di wilayah Kutim, Senin (2/11/2020).

Seperti diketahui, angka penambahan covid-19 di Kutim tak lagi berkisar satu atau dua pasien, tapi rata-rata sekitar 40-70 pasien per hari. Sehingga perlu penanganan bersama untuk mencari solusi agar bisa menekan angka pertambahan pasien terkonfirmasi positif.

Di hadapan peserta rapat yang terdiri dari kalangan TNI, OPD terkait, Satpol PP, KPU Kutim, Waka Polres Kutim, Kompol Mawan mengatakan data terakhir, pasien covid -19 di Kutim sudah mencapai angka 1.268 orang. Dari jumlah itu, 50 persennya adalah pekerja swasta atau karyawan perusahaan.

“Dari jumlah tersebut, 461 pekerja sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi. Saat ini, masih ada 190 pasien terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi,” kata Mawan.

Baca Juga: Pria 17 Tahun di Surabaya Berbuat Amoral, Merekam Ibu Muda yang Sedang Mandi Pakai Handphone

Baca Juga: Pelanggaran di Laut Natuna Mulai Marak, Sejak 5 Bulan Terakhir Sering Ada Kapal Vietnam Mencuri Ikan

Menyikapi itu, ia mengusulkan adanya karantina yang terawasi. Karena selama ini, karantina mandiri di rumah, tak sedikit menyebar ke anggota keluarga. Karena, menggunakan kamar mandi yang sama, tempat mencuci pakaian dan bisa jadi alat makan.

Menyebarnya covid -19 di kalangan pekerja swasta, terutama di lingkungan pertambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC) juga diakui Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal. “KPC punya alat anti gen yang dikonfirmasi dengan PCR.

Mereka rutin melakukan pemeriksaan. Sehingga banyak yang terkonfirmasi. Tapi, bukan pelaku perjalanan.

Mereka adalah kalangan masyarakat yang memang tinggal di kawasan pemukiman, sehingga terpapar dari kluster keluarga yang saat ini sedang naik trennya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved