SAHABAT SYOK! Terungkap Candaan Dalang Ki Seno Asal Bantul di Grup WA Sebelum Meninggal, Penyebab?
Kabar soal meninggalnya Ki Seno asal Bantul dikonfirmasi sindennya, Ayu Lestari, namun soal penyebab Ki Seno Nugroho meninggal Ayu mengaku tidak tahu
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air Ki Seno Nugroho asal Bantul, Yogyakarta, dalang kondang bernama Ki Seno Nugroho meninggal dunia.
Hingga saat ini, belum diketahui penyebab Ki Seno Nugroho meninggal dunia.
Ki Seno Nugroho seniman asal Bantul ini adalah dalang yang khas dengan percampuran gaya Yogyakarta dan Solo tersebut.
Salah satu hal yang cukup mengejutkan seputar Ki Seno Nugroho meninggal dunia adalah candaannya di grup WhatsApp siang kemarin.
Baca juga: Aktor Sean Connery Meninggal Dunia, Profil, Karier 5 Dekade, dan Film James Bond yang Dibintanginya
Baca juga: Wanita Terkaya di Indonesia Tan Siok Tjien Meninggal Dunia, Warisan ke Anak-anaknya Tak Main-main
Baca juga: KABAR DUKA KH Abdullah Syukri Zarkasyi Pimpinan Pondok Modern Gontor Meninggal Dunia, Profil & Karya
Baca juga: KABAR DUKA, Idap Sindrom Sleeping Beauty, Balita yang Tertidur Setahun Kini Meninggal Dunia
Kabar soal meninggalnya Ki Seno ini dikonfirmasi oleh salah satu sindennya, Ayu Lestari.
Namun soal penyebab Ki Seno Nugroho meninggal dunia, Ayu mengaku tidak tahu
"Iya benar Mas (meninggal), kalau penyebabnya kurang tahu," katanya saat dihubungi wartawan melalui telepon Selasa (3/11/2020) malam seperti dikutip dari Kompas.com.
Menurut Ayu, ia mendapatkan kabar duka tersebut pada pukul 22.00 WIB.
Sementara itu, Ki Seno diketahui masih bercanda di grup WhatsApp pada siang harinya.
Hal tersebut diungkapkan oleh sinden lainnya, Oriza.
"Leres niki kulo (betul ini saya) di jalan mau OTW Sedayu (rumah duka)," kata Oriza dihubungi wartawan.
"Penyebab belum tahu. Di grup (WA) tadi siang masih gojekan (bercanda)," kata Oriza.
Baca juga: LIGA ITALIA Kalah dari Juventus, Pemain Pinjaman AC Milan Sebut Cristiano Ronaldo Buat Timnya Kacau
Baca juga: Sosok Perwira Polisi yang Berani Pacari Putri Kapolri Idham Azis Ternyata Bukan Orang Sembarangan
Meninggalnya Dalang Seno hingga Rabu (4/11/2020) trending topik di Twitter Indonesia.
Perlu diketahui, Dalang Seno mampu mengajak anak muda milenial kembali duduk di alas seadanya untuk menyaksikan pagelaran wayang semalam suntuk.
Bahkan, bagi yang tidak bisa menonton langsung di lokasi, bisa streaming melalui akun YouTube pribadinya " Dalang Seno".
Saat ditemui Kompas.com di Balai Dusun Munggi, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Minggu (4/8/2019) malam, Seno sedang duduk di dalam balai dusun, sambil menikmati hidangan yang disediakan panitia.
Saat akan mendekat, seorang penonton membawa kaos PWKS alias Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho.
Dari penelusuran di laman Facebook, PWKS memiliki ribuan pengikut, mereka juga terbagi menjadi beberapa koordinator wilayah.
Setelah berbincang sebentar, mereka berfoto dan langsung pergi.
Seno masih menunggu waktu pertunjukan dimulai dan menunggu pembukaan acara yang dibuka Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi.
Baca juga: Terjawab, Jadwal Habib Rizieq Shihab Setelah Tiba di Indonesia, Polisi Koordinasi Perkara Bos FPI
Baca juga: Bill Gates Buat Heboh Lagi! Masih Ada yang Mengejutkan Selain Covid-19, Ini 4 Prediksinya Tahun 2021
Sekitar pukul 20.15 WIB, para pemain gamelan dan sinden mulai menabuh gamelan. Puluhan orang mulai mendekati panggung.
Setelah jeda pembukaan dan pemberian goro-goro oleh Immawan sebagai tanda dimulainya pertunjukan, ratusan orang mulai memadati sekitar panggung pertunjukan, sebagian di antaranya anak muda.
Seno menceritakan, kesuksesan menggaet anak muda rela duduk berjam-jam karena dia mendalang dengan bahasa yang sederhana.
“Kami membuat (mementaskan) wayang itu diterima semua kalangan. Wayang identik dengan sastra atau bahasa yang sulit itu kita permudah saja, “ kata Seno Nugroho mengawali perbincangan dengan Kompas.com, Minggu malam.
“Cerita wayang yang simpel karena pada kisah wayang itu ada tuntunan, tontonan, tatanan, dan tatanan. Tuntunan tidak usah berbelit-belit, karena anak muda tidak perlu dengan kalimat halus, mengajarkan sesuatu yang sulit dipahami. Intinya semua dipermudah saja,” ucapnya.
Saat pementasan, dirinya mengikuti keinganan penonton untuk lakon yang dimainkan. Meski sebenarnya sudah sering dimainkan, ia tidak mempermasalahkan yang terpenting kepuasan penonton.
"Satu lagi menonjolkan tokoh Bagong yang disenangi anak muda itu. Dia saya buat paling ndugal, ketika berhadapan kepada raja paling terhormat. Kalau sudah bagong marah diunek-unekke (dimarahi). Gleleng ning sembodo (Nakal tetapi bisa membuktikan), anak muda kan seperti itu kan. Jiwanya masih jiwa panas," ucapnya.
Kebangkitan kesenian tradisional
Seno menilai, dengan banyaknya penonton kesenian tradisional terutama wayang kulit, ini membuktikan kebangkitan seni tradisional yang lama tertidur.
Selama ini banyak pekerja seni yang kebingunan dalam merangkul anak muda. Namun, setelah dirinya mendalang dengan metode baru yakni mudah diterima oleh semua kalangan termasuk anak muda, ia berharap dicontoh oleh pegiat seni lainnya.
"Di YouTube saya itu ada yang berkomentar pasti ada salah satu atau dua atau tiga komentar yang dulu saya tidak suka wayang, tetapi setelah melihat Pak Seno saya setiap malam suka wayang. Itu kebanggan saya seperti itu," ujarnya.
Selain itu, dengan mudahnya akses menonton pertunjukan kesenian tradisional semakin banyak anak kecil untuk tertarik menjadi dalang.
Banyak permintaan dari penggemarnya untuk membuat sanggar karena anak-anak mereka ingin menjadi dalang.
Namun hal itu belum bisa dilakukan karena padatnya jadwal pementasan Ki Seno. Dia takut ketika anak-anak yang ingin belajar tidak diajar langsung oleh dirinya maka motivasinya akan turun.
Biodata Ki Seno Nugroho, Dalang yang Sukses Bikin Anak Muda Gemar Nonton Wayang Meninggal Dunia
Ki Seno Nugroho dikenal dalang muda yang memiliki jadwal pentas cukup padat.
Dia merupakan putra dalang Ki Suparman Cermowiyoto. Ki Seno Nugroho lahir pada 23 Agustus 1972.
Dalang Ki Seno Nugroho memiliki kiprah yang cukup luar biasa di dunia seni tradisional.
Termasuk ketika beliau berhasil menggaet anak-anak muda untuk menggemari wayang.
Berikut ini cerita singkat tentang kisah suksesnya menggaet anak-anak muda dan membuat mereka rela berjam-jam nonton wayang, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

Di tangan Ki Seno Nugroho, pertunjukan wayang kulit menjadi lebih hidup.
Kesenian tradisional Jawa ini pun makin digemari, bahkan di kalangan anak muda.
Ki Seno Nugroho bukan hanya hadir di balai desa, di kantor, di perusahaan, di rumah warga yang memiliki hajat, namun wayang yang dimainkan Ki Seno Nugroho juga hadir live streaming via Youtube.
Ki Seno Nugroho benar-benar mampu mengajak anak muda milenial kembali duduk di alas seadanya untuk menyaksikan pagelaran wayang semalam suntuk.
Bahkan, bagi yang tidak bisa menonton langsung di lokasi, bisa streaming melalui akun YouTube pribadinya " Dalang Seno".
Saat ditemui Kompas.com di Balai Dusun Munggi, Desa Semanu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Minggu (4/8/2019) malam, Seno sedang duduk di dalam balai dusun, sambil menikmati hidangan yang disediakan panitia.
Saat akan mendekat, seorang penonton membawa kaos PWKS alias Penggemar Wayang Ki Seno Nugroho. Dari penelusuran di laman Facebook, PWKS memiliki ribuan pengikut, mereka juga terbagi menjadi beberapa koordinator wilayah.
Setelah berbincang sebentar, mereka berfoto dan langsung pergi.
Seno masih menunggu waktu pertunjukan dimulai dan menunggu pembukaan acara yang dibuka Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi.
Sekitar pukul 20.15 WIB, para pemain gamelan dan sinden mulai menabuh gamelan. Puluhan orang mulai mendekati panggung.
Setelah jeda pembukaan dan pemberian goro-goro oleh Immawan sebagai tanda dimulainya pertunjukan, ratusan orang mulai memadati sekitar panggung pertunjukan, sebagian di antaranya anak muda.
Seno menceritakan, kesuksesan menggaet anak muda rela duduk berjam-jam karena dia mendalang dengan bahasa yang sederhana.
“Kami membuat (mementaskan) wayang itu diterima semua kalangan. Wayang identik dengan sastra atau bahasa yang sulit itu kita permudah saja, “ kata Seno Nugroho mengawali perbincangan dengan
Kompas.com, Minggu malam.
“Cerita wayang yang simpel karena pada kisah wayang itu ada tuntunan, tontonan, tatanan, dan tatanan. Tuntunan tidak usah berbelit-belit, karena anak muda tidak perlu dengan kalimat halus, mengajarkan sesuatu yang sulit dipahami. Intinya semua dipermudah saja,” ucapnya.
Saat pementasan, dirinya mengikuti keinganan penonton untuk lakon yang dimainkan.
Meski sebenarnya sudah sering dimainkan, ia tidak mempermasalahkan yang terpenting kepuasan penonton.
"Satu lagi menonjolkan tokoh Bagong yang disenangi anak muda itu. Dia saya buat paling ndugal, ketika berhadapan kepada raja paling terhormat. Kalau sudah bagong marah diunek-unekke (dimarahi). Gleleng ning sembodo (Nakal tetapi bisa membuktikan), anak muda kan seperti itu kan. Jiwanya masih jiwa panas," ucapnya.
Penggemar setia
Penggemarnya tidak terbatas dari wilayah Yogyakarta. Penggemar setianya juga tersebar hampir di sebagian Pulau Jawa, baik yang bisa menonton langsung maupun yang tidak.
Untuk yang tidak bisa datang langsung, bisa menyaksikannya melalui chanel YouTube "Dalang Seno" ataupun PWKS yang selalu menyiarkan langsung setiap pementasan.
Saat pementasan di Balai Dusun Munggi, ada beberapa kamera perekam yang terpasang dan memiliki dua operator. Ketika didekati, itu milik dalang Seno dan PWKS yang siap menyiarkan live streaming.
Seno mengaku menggunakan sarana media sosial untuk menyiarkan pementasannya cukup efektif mengenalkan wayang kepada anak muda.
“Anak sekarang SD saja sudah pegang HP, buka-nya konten YouTube atau nonton film atau apa. Kita coba lewat situ (YouTube) ternyata dan ini luar biasa. Semalam itu minimal 10 ribu penonton. Untuk pertunjukan tradisional lho Mas, itu luar biasa. Tembus 20 ribu (penonton) di Magelang kemarin,” ujarnya.
Pemakaman Ki Seno Nugroho
Jenazah Ki Seno Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Ayahnya di Semaki Gede
Jenazah dalang Ki Seno dimakamkan satu liang lahat dengan almarhum ayahnya Ki Suparman Cermo Wiyoto di pemakaman Semaki Gede, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Pantauan Kompas.com di acara pemakaman Ki Seno Nugroho, dua wayang Bagong dan Bima milik almarhum ikut dimakamkan.
Beberapa anggota keluarga berdiri di pinggir pusara tempat peristirahatan terakhir sang dalang fenomenal itu. Kerabat Ki Seno, Paulina Suratmi (86) mengatakan, Ki Seno dimakamkan satu liang dengan ayahnya, yakni Ki Suparman.
Hal itu sesuai dengan keputusan keluarga.
"Dikuburkan satu liang dengan ayahnya. (Ki Seno) anak keempat dari lima bersaudara," ucapnya saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (4/11/2020).
Sementara itu, adik Sri Sultan, Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Yudhaningrat, mengatakan, Ki Seno merupakan dalang dengan kecerdasan tinggi.
Sebab, menurut dia, dalang-dalang lain mudah ditebak alur ceritanya.
Hal itu berbeda dari apa yang dilakukan oleh Ki Seno yang selalu memberikan warna lain saat pentas.
"Kalau ndalang gitu-gitu saja sudah bisa ketebak penonton, sehingga beliaunya juga sering ada lakon lain sesuai dengan permintaan yang nanggap," katanya.
Dia mengungkapkan, Ki Seno telah berjanji untuk mengurangi pentasnya pada tahun 2018, Dalam janjinya tersebut, Ki Seno ingin dalam seminggu hanya dua kali pentas wayang kulit.
"Beliau ini sudah istilahnya bersumpah sendiri, setelah 2018 ini akan mengurangi kegiatan, jadi jangan sampai satu bulan itu penuh. Namun, hanya dua kali dalam seminggu karena sudah merasa tidak enak badan," ujar dia
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal" dan "Kisah Dalang Hits Ki Seno Nugroho, Digemari Milenial hingga Jadwal Padat (1)" , di TribunJogja.com dengan judul: Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia, Ini Kisah Suksesnya Bikin Anak Muda Gemar Nonton Wayang di Kompas.com dengan judul "Jenazah Ki Seno Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Ayahnya di Semaki Gede"