Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Terisolasi di Tengah Kepungan Modernisasi, Kampung Salok Lay Balikpapan Perlu Jalan dan Air Bersih

Terisolasi dan terpencil, dua kata itu yang paling tepat menggambarkan kondisi wilayah Kampung Salok Lay.

HUMAS DPRD KALTIM
RESES - Anggota DPRD Kaltim dapil Balikpapan Syafrudin melakukan reses di Kampung Salok Lay, Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Utara. Meski berada di Balikpapan, kampung tersebut sulit dijangkau. 

SAMARINDA- Terisolasi dan terpencil, dua kata itu yang paling tepat menggambarkan kondisi wilayah Kampung Salok Lay. Alih-alih memiliki sejumlah fasilitas modern sebagaimana daerah lain, kawasan yang masuk dalam Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Utara tersebut justru sulit dijangkau.

Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan itu terkesan bosan untuk mengeluhkan segala persoalan yang sedang mereka hadapi. Kondisi membuat mereka belajar tegar menghadapi kompleksitas problematika kehidupan.

Seakan terlupakan, Anggota DPRD Kaltim Syafruddin mengaku prihatin terhadap kondisi yang sedang dihadapi warga Salok Lay dan meminta kepada pemerintah provinsi dan daerah untuk memberikan perhatian.

Menurut pengakuan warga, lanjut dia, setiap kali ada pejabat pemerintah maupun unsur pemerintah datang warga selalu menyampaikan berbagai keluhannya. Kendati demikian hanya janji yang mereka dapatkan.

Politisi PKB itu menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi RT 9 Selok Lay yang ditempuh sepanjang 6 Km dengan kondisi jalan masih tanah.

“Untungnya waktu kemarin kesana cuaca tidak sedang hujan. Tidak bisa dibayangkan kalau hujan turun dengan derasnya akan sulit ditembus karena berlumpur dan rusak,” kata Syafruddin ketika menjelaskan hasil reses di Selok Lay, belum lama ini.

Yang lebih memprihatinkan lagi, ketika warga meminta perbaikan jalan hanya kontsruksi pengerasan jalan. Padahal, seharusnya untuk kelayakan dilakukan semenisasi atau aspal sebagaimana daerah lain.

Penderitaan masyarakat seakan bertambah dengan tidak adanya kebutuhan dasar berupa air bersih karena selama ini mereka hanya mengandalkan air hujan dan sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu pihaknya berjanji akan menyampaikan seluruh keluhan masyarakat ke pemerintah provinsi melalui rapat paripurna hasil reses dengan tujuan agar menjadi perhatian dan dapat segera ditindaklanjuti. (adv/hms4)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved