Breaking News:

Penanganan Covid

Masyarakat Diminta tak Ragu untuk Lakukan Vaksinasi Covid-19

Masyarakat diminta untuk percaya dan tak ragu melakukan vaksinasi ketika vaksin covid-19 sudah siap diedarkan.

Editor: Samir Paturusi
Freepik.com
Ilustrasi Vaksin Covid-19-Masyarakat diminta untuk percaya dan tak ragu melakukan vaksinasi ketika vaksin covid-19 sudah siap diedarkan. 

“Vaksin bisa mengurangi transmisi sehingga virus tersebut seperti dikurung, tidak bisa berkembang. Sebagai insan masyarakat kita harus berkontribusi untuk sama-sama mencegah covid-19 berkembang. Karena kalau tidak banyak yang melakukan vaksinasi, tidak tercapai imunitas kelompok atau herd immunity,” katanya lagi.

Waktu Lama

Prof Cissy mencontohkan vaksin untuk anak-anak membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukan uji klinis agar keamanan dan keampuhannya bisa sesuai.

Khusus covid-19, pakar WHO (Badan Kesehatan Dunia) memberikan kesempatan untuk mempercepat pembuatan vaksin agar pandemi bisa segera selesai.

Kendati dipercepat, Prof Cissy menegaskan bahwa tidak ada faktor keamanan yang diabaikan.

Untuk mempercepat diantaranya dengan menggabungkan fase 1 dan 2 dalam satu kelompok.

Selain itu karena dana untuk pembuatan vaksin covid-19 juga besar, tidak sulit mendapatkan relawan untuk mau melakukan uji klinis. Teknologi, alat juga dikerahkan sehingga menjadi cepat dan efisien.

Pada vaksin lain biasanya terbentur pada dana sehingga mendapatkan relawan dalam waktu pendek juga sulit.

Kelompok usia yang dianggap ‘sulit’ dan butuh lama dalam uji klinis ditangguhkan dulu. Hal ini semata-mata agar lebih cepat tercapai herd immunity secara global.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Sebut 75 Persen Masyarakat Indonesia Optimis Ekonomi Menguat 6 Bulan Mendatang.

Baca Juga: Sektor Kuliner Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan Cegah Penyebaran Covid-19

Baca Juga: Satgas Covid-19 Ingatkan Warga untuk Disiplin Terapkan 3M

Virus Mutasi

Kekhawatiran bahwa covid-19 mengalami mutasi sehingga vaksin yang sekarang dibuat tidak lagi cocok juga ditepis Prof Cissy.

Menurutnya, kalaupun sudah ada perubahan tapi perubahan bukan di tempat yag dituju vaksin ini.

Mutasi tidak menyebabkan perubahan besar sehingga vaksin yang tengah disiapkan tetap masih bisa dipakai.

Selain itu juga diperlukan edukasi ke masyarakat agar masyarakat mau divaksin dan tidak mempercayai mitos yang salah atau hoax tentang vaksinasi, termasuk vaksinasi covid-19.

Jauh sebelum adanya rencana vaksinasi covid-19, vaksinasi yang sudah lama ada juga sudah didera mitos yang membuat cakupan vaksin tidak optimal. Padahal vaksin dibuat untuk mencegah penyakit berbahaya yang menyebabkan kecacatan dan kematian.

Misalnya adanya anggapan bahwa pemberian ASI saja sudah cukup tanpa perlu dilakukan vaksinasi dalam menangkal penyakit.

“ASI memang penting dan memiliki zat kolostrum yang membuat antibodi bagus, namun untuk beberapa penyakit, antibodi pada ASI belum cukup spesifik menangkal penyakit tersebut,” katanya.

Pada penyakit ringan misalnya flu, batuk pilek bisa dicegah. Vaksinasi diperlukan untuk memperkuat antibodi spesifik untuk mencegah penyakit berat yang menyebabkan kecacatan dan kematian.

“Kalau yang divaksin mencakup 70 persen, yang 30 pesen aman walupun tidak mendapatkan vaksin. Sehingga pencapaian populasi vaksinasi hingga 70 persen penting untuk terjadinya herd immunity,” tegasnya.

Ia menghitung dengan penduduk Indonesia saat ini, dibutuhkan 170 juta orang yang mau divaksin.

Kalau diberikan 2x ada 340 juta dosis yang dipelrukan. Kapasitas itu harus terpenuhi dan semoga dapat dipenuhi tdak waktu yang panjng. Sehingga tidak ada lagi penularan covid-19.

Setiap orang harus berperan dalam mengakhiri pandemi ini. Pemerintah sudah berperan untuk menyediakan ketersediaan dosis vaksin, aman, mekanise, dan bahan baku.

Sementara diri sendiri dan lingkungan dengan melaukan vaksinasi dan tetap 3M.

Ia berharap, semua pihak, tokoh masyarakat ustad, pendeta, bhiksu juga punya cara beperan agar masyarakat mau untuk divaksin. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jangan Ragu Vaksinasi covid-19, Agar Tercapai Kekebalan Kelompok, https://www.tribunnews.com/kesehatan/2020/11/06/jangan-ragu-vaksinasi-covid-19-agar-tercapai-kekebalan-kelompok?page=all

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved