Breaking News:

Persidangan Kasus Dugaan Suap Kutim, Terdakwa Mengaku Diminta Sejumlah Uang untuk Bantu Ismunandar

Dua terdakwa pemberi suap mantan Bupati Kutim Ismunandar, yakni Aditya Maharani Yuono dan Deki Aryanto yang berperan sebagai kontraktor

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Persidangan lanjutan sidang dugaan kasus suap di lingkup Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, dengan mendengarkan keterangan kedua terdakwa yakni yakni Aditya Maharani Yuono dan Deki Aryanto yang berperan sebagai kontraktor, sekaligus rekanan swasta Pemkab Kutim, Senin (9/11/2020). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dua terdakwa pemberi suap mantan Bupati Kutim Ismunandar, yakni Aditya Maharani Yuono dan Deki Aryanto yang berperan sebagai kontraktor, sekaligus rekanan swasta Pemkab Kutim kembali hadir dalam persidengan yang digelar teleconference tepat di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Senin Sore (9/11/2020). 

Keduanya diduga telah melakukan tindak pidana gratifikasi ke sejumlah pejabat tinggi di Kutim, guna mendapatkan sejumlah paket pekerjaan proyek infrastruktur. 

Setelah menjalani serangkaian jadwal persidangan.

Baca Juga: BREAKING NEWS Kejati Kaltim Tangkap Dirut PT AKU, Dugaan Korupsi Penyertaan Modal di Pemprov Kaltim

Baca Juga: Dinas Sosial Kembalikan Rp 344 Juta, Polres Bulukumba Hentikan Kasus Dugaan Korupsi Bantuan Covid-19

Giliran agenda pemeriksaan keterangan dari kedua terdakwa. Diawal persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Agung Sulistiyono, didampingi hakim anggota Joni Kondolele dan Ukar Priyambodo, Majelis Hakim pertama-tama menghadirkan Aditya Maharani untuk dimintai keterangannya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengawali pertanyaan, yang lebih mengulas secara dalam terkait tujuan pemberian uang sebesar Rp 5 miliar. 

Terungkap dalam fakta persidangan sebelumnya, Direktur PT Turangga Triditya Perkasa diketahui memberikan uang dengan jumlah besar secara bertahap kepada Ismunandar melalui Musyaffa Kepala Bapenda Pemkab Kutim

Bukan jumlah yang kecil tentunya, Rp 5 miliar tersebut dipergunakan oleh Ismunandar untuk membayar sisa hutang semasa kampanyenya di Pilkada sebelumnya. 

Aditya Maharani pun menjelaskan dihadapan Majelis Hakim, perihal uang yang diberikan pada mantan orang nomor satu di Kutim ini jatuhnya sebagai hutang piutang. 

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved