Breaking News:

Songsong IKN di Kalimantan Timur, Percepatan Peningkatan Daya Saing SDM Harus Jadi Prioritas

PROVINSI Kaltim sedang berproses menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Tak sebatas kabar gembira, momentum ini seharusnya menjadi periode penting.

Editor: Sumarsono
HO/Dok Pribadi
Aji Mirni Mawarni, Anggota MPR RI/Komite II DPD RI Periode 2019-2024 

Catatan Aji Mirni Mawarni *)

TRIBUNKALTIM.CO - PROVINSI Kaltim sedang berproses menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Tak sebatas kabar gembira, momentum ini seharusnya menjadi periode penting dalam mempercepat peningkatan mutu dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) Kaltim.

Saya memandang pembangunan fisik di IKN “relatif lebih mudah”. Selama dananya memadai (dengan berbagai skema yang legal dan fair), pasca 5 tahun pembangunan fisik, pemindahan bisa dilakukan. Namun kita harus cermat memperhitungkan dampak sosial bagi SDM yang berada di Kaltim.

Daya saing SDM merupakan isu penting dalam perencanaan pembangunan. Kaltim memiliki keunggulan komparatif dengan melimpahnya SDA, yang diharapkan mampu mendongkrak daya saing daerah. Namun faktanya, masih banyak tantangan yang harus segera diatasi.

Baca juga: Silaturahmi dengan Plt Bupati Chairil, Kesultanan Kutai Nyatakan Siap Dilibatkan Membentuk IKN

Baca juga: Sambut Ibu Kota Negara, Pemkab Kukar Gandeng Dandim Tenggarong Tingkatkan Ketahanan Pangan di Kukar

Baca juga: Eksklusif Bersama Anggota DPD RI Aji Mirni Mawarni: Soal RUU HIP, Kami di DPD Satu Suara Menolak

Aspek daya saing seringkali diukur menggunakan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM); yang mengukur aspek pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat. Posisi Kaltim memang sudah lebih baik dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Namun, bila mencermati daya saing antar kabupaten/kota di Kaltim, masih terlihat jelas adanya ketimpangan. IPM Kota Samarinda, Balikpapan, dan Bontang berada di atas IPM Provinsi Kaltim.

Sedangkan empat posisi dari yang terendah adalah Mahulu, Kubar, PPU, dan Paser. Ketimpangan IPM tiap daerah menjadikan daya saing SDM Kaltim secara keseluruhan belum optimal.

Merujuk data RPJMD Kaltim 2018-2023, ada beberapa penyebab ketimpangan IPM. Yakni; belum optimalnya kualitas pendidikan masyarakat dan serapan tenaga kerja, juga derajat kesehatan masyarakat masih harus ditingkatkan.

Faktor utama yang sangat mempengaruhi daya saing SDM adalah pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Plus faktor keagamaan, sosial, dan budaya.

Gubernur Kaltim Isran Noor saat mendampingi Presiden Joko Widodo melihat lokasi calon ibu kota negara baru Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Gubernur Kaltim Isran Noor saat mendampingi Presiden Joko Widodo melihat lokasi calon ibu kota negara baru Indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (HUMASPROV KALTIM)

Belum optimalnya integrasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja industri dan sektor ekonomi lainnya, menjadikan rendahnya penyerapan tenaga kerja produktif oleh dunia kerja. Rendahnya penyerapan tenaga kerja berpengaruh terhadap pemerataan pendapatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved