Virus Corona
KABAR BAIK, Telah Ditemukan Vaksin Pfizer, Efekltif Menangkal Corona, Kapan Datang ke Indonesia?
Vaksin tersebut lebih dari 90 persen efektif menangkal masuknya virus Corona ke dalam tubuh.
TRIBUNKALTIM.CO - Setelah kurang lebih 10 bulan pandemi virus Corona menjangkiti dunia.
Kini ditemukan vaksin yang dipercaya mampu menangkal penularan covid-19.
Vaksin tersebut lebih dari 90 persen efektif menangkal masuknya virus Corona ke dalam tubuh.
Dunia kini menerima kabar baik terkait ditemukannya vaksin Covid-19 Pfizer yang diklaim memiliki efektivitas 90 persen mencegah virus Corona.
Lantas, bagaimana dengan Indonesia apakah tertarik membeli vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech itu.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pemerintah hingga kini belum bisa memutuskan apakah membeli vaksin Covid-19 Pfizer, lantaran banyak hal yang harus dipersiapkan untuk pengadaannya.
"Masih mempertimbangkan pembelian vaksin Pfizer," kata Wiku saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (11/10/2020).
Baca juga: SAINGAN Artis Asia hingga Hollywood, 9 Artis Indonesia Masuk Nominasi Wanita Tercantik Dunia 2020
Baca juga: NEWS VIDEO Kabar Duka, Ibu Presenter Kembar Fadli dan Fadlan Meninggal Dunia
Baca juga: RESMI Diumumkan, Cara Cek Pengumuman Kartu Prakerja Gelombang 11, Alternatif jika tak Lolos Prakerja
Baca juga: UPDATE! Deretan Foto dan Video Gisella Ini Belakangan Jadi Sorotan, Ada Sampai Ditonton 8 Juta Kali
Wiku pun mengamini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut bahwa vaksin itu disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya dari pengadaan vaksin di dalam negeri.
"Satgas Covid-19 bagian Komite. Untuk sekarang belum (beli Pfizer)," tutur dia.
Diketahui seperti yang dilansir NPR, vaksin Pfizer lebih dari 90% efektif mencegah Covid-19, menurut hasil klinis yang dirilis Pfizer pada hari Senin (9/11/2020).
Temuan itu berasal dari analisis sementara dari sebuah penelitian yang melibatkan 43.538 sukarelawan, 42% di antaranya memiliki "latar belakang beragam".
Setiap peserta mendapat dua suntikan dengan selang waktu 21 hari.
Dalam rilis berita dari Pfizer dan mitranya BioNTech, 94 kasus Covid-19 yang dievaluasi di antara relawan menunjukkan vaksin itu lebih dari 90% efektif dalam mencegah Covid-19.
Baca juga: Perkembangan Vaksin Covid-19, Doni Monardo Sebut Vaksin Terbaik Adalah Protokol Kesehatan
Baca juga: Perkembangan Vaksin Covid-19, Doni Monardo Sebut Vaksin Terbaik Adalah Protokol Kesehatan
Baca juga: Publik tak Perlu Khawatir Terhadap Keamanan Vaksin, Epidemiolog: Pemerintah Sudah Punya Pengalaman
Vaksin Covid-19 yang Didatangkan dari China tak Bisa Langsung Digunakan di Indoneisa
Pemerintah berencana mendatangkan 6,6 juta vaksin covid-10 dari China.
Vaksin ini diharapan dapat menghentikan penyebaran virus Corona di Indonesia.
Kedatangan vaksin itu sendiri dilakukan secara bertahap sampai 2021 nanti.
Kepala Departemen Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata Semarang, dr. Sugeng Ibrahim mengatakan, vaksin Covid-19 yang datang dari luar negeri pada November 2020, tidak bisa langsung digunakan.
Alasannya, sesampainya di Indonesia, vaksin terlebih dahulu dikemas baik dan benar.
Kemudian, juga menunggu izin dari BPOM sekitar 1 bulan.
Ia memprediksi, vaksin yang berasal dari China tersebut siap digunakan untuk prioritas paling tidak pada Januari 2020.
Dengan catatan, jika uji klinik fase III vaksin yang diproduksi oleh China itu sesuai harapan, yaitu memiliki setidaknya efektivitas 50 persen ke atas.
"Kita bersabar menunggu penyiapan vaksin yang insya Allah siap bulan Januari 2021 untuk prioritas," kata dr.Sugeng dalam diskusi virtual, Sabtu (17/10/2020).
Selama menunggu vaksin tersebut benar-benar siap, akademisi ini tetap mengingatkan semua pihak agar me menerapkan displin 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.
"Jangan lupa bawa yang terpenting dari melawan pandemi ini adalah kepatuhan kita dalam menegakkan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dari kerumunan, cuci tangan penting sekali. Dan bagi para pemimpin untuk bisa memberikan teladan yang bisa berubah keadaan menjadi lebih baik," harapnya.
Sementara itu dikesempatan yang sama, Perwakilan UNICEF Rizky Ika Safitri menegaskan, bahwa setiap vaksin yang ada telah melewati berbagai proses untuk memastikan keamanan dan keefektivannya.
Ia berharap agar masyarakat tidak termakan informasi yang salah terkait vaksin.
"Pemerintah saat ini sedang berusaha keras untuk mendapatkan vaksin secepat mungkin dan harus percaya sama prosesnya karena harus aman harus efektif jadi perlu bersabar terima kasih. Tetap disiplin sambil menunggu vaksin," ujar Rizky.
November Ini, Indonesia Akan Kedatangan 6,6 Juta Vaksin Covid-19 dari China
Pemerintah Indonesia akan kedatangan 6,6 juta vaksin Covid-19 dari China. Rencananya distribusi vaksin dimulai pada November 2020 mendatang.
Seperti dikutip dari rilis Kemenko Maritim, Senin (12/10/2020), untuk tahun ini Cansino menyanggupi 100,000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.
G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020.
Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.
Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.
Tiga vaksin dari perusahaan Tiongkok itu kini sudah masuk pada tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.
Cansino melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia dan Pakistan.
G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko dan Argentina.
Sementara itu Sinovac melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Indonesia, Brazil, Turki, Banglades, dan Chile.
Baca juga: FAKTA TERBARU Liga Italia, AC Milan Bisa Tergusur Andai Banding Napoli dan AS Roma tak Ditolak
Baca juga: UPDATE! Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo Batal Hadiri Penyerahan Bintang Mahaputera
Baca juga: Anies Baswedan Sudah Bertemu Rizieq Shihab di Petamburan, Tengku Zulkarnain Bongkar Isi Pertemuan
Emergency Use Authorization (EUA) dari Pemerintah Tiongkok telah diperoleh ketiga perusahaan tersebut pada bulan Juli 2020.
Untuk melihat kualitas fasilitas produksi dan kehalalan vaksin produksi Sinovac, dan Cansino, tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan, MUI, Bio Farma akan bertolak ke Tiongkok pada Rabu 14 Oktober 2020.
Kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino akan dijamin melalui partisipasi MUI dalam proses pengujian data, begitu juga dengan kehalalan vaksin G42/Sinopharm. MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue dengan kehalalan vaksin G42” ucap Dirut Bio Farma Honesti Basyir.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6,6 Juta Vaksin Covid-19 dari China Disebut Tak Bisa Langsung Digunakan di Indonesia, Ini Alasannya, https://www.tribunnews.com/corona/2020/10/17/66-juta-vaksin-covid-19-dari-china-disebut-tak-bisa-langsung-digunakan-di-indonesia-ini-alasannya?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/erick-thohir-sebut-vaksin-covid-19-akan-diberikan-gratis-pada-peserta-bpjs-kesehatan-ketentuannya.jpg)