Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Kepala BI Kaltim Apresiasi Pemkab Mahulu, Dua Kali Raih Penghargaan TPID Berprestasi

Tutuk S.H Cahyono pun memberi dukungan agar Mahulu dapat melahirkan inovasi- inovasi lain, agar tetap bisa menang.

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB MAHULU
PENGHARGAAN - Pjs Bupati Mahakam Ulu Gede Yusa didampingi Sekda Mahulu Stephanus Madng menerima penghargaan TPID Prestasi. Pengahragaan diserahkan ole Kepala Sub Bidang tabilitas Harga Kemenko Bidang Perekonomian SriPurwati di ruang Derawan Kantor Perwakilan BI Kalti di Samarinda, Rabu (4/11/2020). 

SAMARINDA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Tutuk S.H. Cahyono, mengapresiasi Pemkab Mahulu yang telah berhasil meraih Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award kedua kalinya. Karena mampu menjaga kestabilan harga di dalam keterbatasan infrastruktur dan transportasi.

Hal ini disampaikan Tutuk S. H. Cahyono, yang ditemui usai acara Penyerahan TPID Award kepada Kabupaten Mahulu sebagai TPID Berprestasi wilayah Kalimantan, yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim. Rabu (04/11) pekan lalu.

Tutuk S. H. Cahyono, mengatakan BI sebagai partner pemerintah, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemkab Mahulu karena dua kali meraih penghargaan yang merupakan hasil karya upaya dari Pemkab Mahulu.

“Karena Mahulu mempunyai regulasi yang mendukung secara konsisten, jadi proses kerja dengan dukungan regulasi itu ternyata betul- betul nyata dampaknya kedalam kestabilan harga yang dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Tutuk S.H. Cahyono menuturkan, kestabilan harga menjadikan daya beli masyarakat tetap terpelihara dengan baik. Ketika daya beli baik, maka kesejahteraannya juga akan terpelihara dengan baik.

“Peran pemda itu sangat pas masuknya kenapa? Mahulu punya keterbatasan pada infrastruktur dan transportasi dijawab dengan kebijakan yang bisa membuat harga stabil. Menurut saya pas sekali, kebijakan dengan masalah yang dihadapi artinya kalau saya bilang seperti panci ketemu tutupnya jadi klop. Masalah dengan solusinya itu pas,” tuturnya.

Lanjutnya, karena semua berlomba- lomba untuk meraih TPID Award ini, dan untuk Mahulu tantangannya kedepan adalah menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat terus menjawab atas solusi permasalahan yang ada.

“Sekarang sudah bagus, sudah dua kali berturut- turut karena memang subdisi biaya, agak beda karena proses kerjanya agak berbeda menurut teman- teman kementerian sehingga bisa menang. Tetapi ini sudah mulai dikejar oleh daerah lain,” ujar Kepala BI Perwakilan Provinsi Kaltim ini.

Tutuk S.H Cahyono pun memberi dukungan agar Mahulu dapat melahirkan inovasi- inovasi lain, agar tetap bisa menang.

“Kami dari BI siap mendukung apapun nanti guna kesejahteraan masyarakat, untuk pertumbuhan ekonomi disana, daya beli masyarakat. Dan BI siap dukung dengan data, kajian, pemikiran- pemikiran dan dukungan yang dapat dilakukan sehingga dapat menjadi tim yang kuat dalam TPID ini,” tambah Tutuk S.H Cahyono.

Hal senada disampaikan Kepala Sub Bidang Stabilisasi Harga Kemenko Bidang Perekonomian Sri Purwanti, bahwa dalam kriteria non IHK ada dua program unggulan dan terkait dengan proses yaitu kegiatan atau program kerja.

"Mahulu unggul sementara ini kita lihat, unggul diprogram kegiatan rutinnya. Seperti mengangkat program unggulan terkait subsidi ini ada peraturan yang menaunginya. Jadi mengeluarkan peraturan- peraturan terkait program unggulan itu yang kita nilai, lebihnya di situ," ungkap Sri Purwanti.(adv/hms10/td/naw)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved