Sabtu, 11 April 2026

Pilkada Balikpapan

Pendukung Kolom Kosong Gelar Aksi Penolakan Panelis Debat Publik Pilkada Balikpapan

Jaringan Kotak Kosong Balikpapan menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU Balikpapan, Rabu (11/11/2020).

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Jaringan Kotak Kosong Gelar Demonstrasi di depan kantor KPU Balikpapan, Rabu (11/11/2020).TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jaringan Kotak Kosong Balikpapan menggelar unjuk rasa di depan kantor KPU Balikpapan, Rabu (11/11/2020).

Demonstrasi ini bermula karena tim panelis Pilkada Balikpapan tahun ini dianggap tidak patut lantaran bukan dari warga Balikpapan.

Ketua Gepak Kuning Kaltim, Suriansyah mengatakan, bahwa hal tersebut tidak sepatutnya sebab dari warga Balikpapan memiliki cukup banyak akademisi yang bisa ditunjuk sebagai panelis.

Baca Juga: Pasca Ketua KPU Balikpapan Positif Corona, 40 Anggota KPU yang Hadir Dalam Debat Jalani Swab

Baca Juga: Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19, Ketua KPU Balikpapan Sempat tak Bisa Cium Aroma Kopi dan Parfum

Baca Juga: Sudah Jalani Swab Test, 47 Kontak Erat Ketua KPU Balikpapan Negatif

"Saya minta KPU ini untuk terbuka. Atas surat kita sudah masuk tolong kita dipanggil. Ternyata sampai sekarang pun kita tidak dihargai. Nah itulah kemana sikap KPU  untuk masyarakat Balikpapan ini," tandas Suriansyah.

Sebagai informasi, pihak Suriansyah sendiri sudah mengirimkan surat tanggal 26 oktober 2020 lalu dan keesokan harimnya juga bersurat ke KPU Pusat.

Untuk itu, Suriansyah berharap ada ruang dialog dengan KPU guna menyampaikan aspirasi.

"Alangkah lebih baiknya kita di kasih kesempatan utk berdialog dengan KPU untuk  menyelesaikan masalah ini," tutur Surianyah.

Baca Juga: KPU Balikpapan Sebut Kemungkinan Debat Kandidat di Pilkada Hanya Digelar Sekali

Baca Juga: Survey Logistik Hingga ke Pulau Jawa, KPU Balikpapan Pastikan November Wajib Klir

Baca Juga: Tolak Isolasi Mandiri di Wisma Inhutani, Ketua KPU Balikpapan Pilih Pindah ke Asrama Haji Batakan

Menyikapi tuntutan tersebut, Ketua KPU Balikpapan, Nur Thoha memaparkan bahwa pleno internal pun melalui perdebatan panjang.

"Dari 5 ini, 4 dari akademisi di Unmul. Dia tidak hanya di Balikpapan saja menjadi tim panelis, tapi juga di Mahulu, Kubar, Paser. Di sana tidak ada maaalah," jelasnya.

(TribunKaltim.Co/Mohammad Zein Rahmatullah)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved