Breaking News:

SKK Migas Catatkan Penurunan Kinerja Hingga Oktober 2020

Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yaitu Satuan Kerja Khuhsus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Syarifudin.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pandemi covid-19 di Indonesia menghantam seluruh sektor di bidang perekonomian.

Tak terkecuali Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yaitu Satuan Kerja Khuhsus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Migas dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Syarifudin mencatatkan penurunan kinerja aktivitas hulu migas hingga Oktober 2020.

"Produksi siap jual (lifting) minyak dan kondensat sepanjang Januari-Oktober 2020 rata-rata sebesar 82.711 barel per hari (bph). Jumlah itu lebih rendah dibandingkan periode Januari-Desember 2019 sebesar 91.420 bph," ujarnya secara daring, Kamis (12/11/2020).

Baca Juga: Ancaman Pasca Migas! Paslon Ini Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Basri: Bicara Makro Dinikmati Segelintir

Baca Juga: PPK Dirjen Migas ESDM RI Datang ke Penajam Paser Utara, Sebut Jargas Lebih Murah dan Aman

Baca Juga: Tak Mau Lagi Bergantung pada Migas, Warga Muara Badak Andalkan Sektor Pertanian

Kendari demikian, bila dibandingkan dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2020 yang sebesar 78.947 bph, capaian di wilayah Kalsul di atas 100 persen, atau tepatnya 105 persen.

Adapun kontribusi wilayah kerja di wilayah Kalsul berkontribusi sebesar 12 persen dari lifting minyak nasional yang sebesar 704.522 bph.

"Target lifting minyak dalam APBNP 2020 secara nasional sebesar 705 ribu bph," jelasnya.

Sedangkan untuk lifting gas di Wilayah Kalsul sebesar 1.702 juta standar kaki kubik (mmscfd), lebih rendah dari periode Januari-Oktober 2019 yang mencapai 1.864 mmscfd.

"Kalau dibandingkan dengan target APBNP yang sebesar 1.597 mmscfd, maka capaiannya di atas 100 persen. Untuk lifting gas Kalsul atas target APBN 2020 sebesar 106,5 persen," ulasnya.

Baca Juga: Pertamina EP Sangasanga Jaga Keandalan Operasi Migas di Tengah Pandemi, Target Produksi 4.980 BOPD

Baca Juga:  Perda Migas Kaltara Jaya Belum Rampung, Praktisi Beber PI 10 Persen Terancam Gagal

Baca Juga: Pertambahan Pesat Kasus Covid-19 di Kutim Disumbang Para Pekerja Pemboran Migas

Syarifudin melanjut, target lifting gas dalam APBNP 2020 sebesar 5.556 mmscfd. Sedangkan realisasi nasional hingga Oktober sebesar 5.464 mmscfd. Kontribusi wilayah kerja Kalsul sebesar 31 persen dari realisasi lifting gas nasional.

"Penurunan produksi di wilayah Kalsul dipengaruhi oleh pandemi Covid-19. Karena bersinggungan langsung dengan industri hulu migas. Yaitu pergerakan manusia, material dan pergerakan peralatan," pungkasnya.

(Tribunkaltim.Co/Heriani)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved