Breaking News:

Gambus Musik Tradisional Penghibur Tamu, Anggota Grup Ini Sudah Lansia, Kesulitan Regenerasi

Seni musik gambus menjadi salah satu hiburan masyarakat Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Grup musik Muara Adang Jaya menampilkan musik gambus saat rombongan jurnalis mengunjungi Kantor Desa Muara Adang, Jumat (13/11/2020) malam. Kesenian musik ini hampir ada di setiap desa pesisir di Kabupaten Paser. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seni musik gambus menjadi salah satu hiburan masyarakat Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser.

Kesenian tersebut menjadi hiburan rombongan  jurnalis dari Samarinda, Kalimantan Timur ( Kaltim).

Grup musik Muara Adang Jaya membawakan alat musik gambus. Keempat pria tersebut sudah cukup berumur.

Siah vokalis dari grup musik tersebut berusia 74 tahun.

Sementara Joni yang anggota musik lainnya yang paling muda berusia 47 tahun. Joni menceritakan awal mula grup musik tersebut.

Baca juga: Saat Sule Lagi PDKT, Nathalie Holscher Sempat Balikan dengan Mantan, Akhirnya Suka karena Video Call

Baca juga: Kades Muara Adang Kabupaten Paser Kurniansyah Ingin Agar Tambak Ikan tak Ganggu Hutan Bakau

Ia mengatakan musik tersebut sudah muncul pada tahun 1966 silam.

Kesenian musik ini dibawa oleh nenek moyang mereka ketika datang di kawasan desa ini.

"Ini musik dari nenek sejak tahun 66. Turun menurun sampai sekarang," ucap Joni.

Grup musik ini selalu muncul ketika adanya kunjungan pejabat ataupun tamu penting dari luar daerah.

Para tamu tersebut dihibur dengan penampilan musik gambus tersebut.

Grup musik ini telah banyak mengikuti perlombaan musik gambus.

Baca juga: Prof Kusnaedi Pastikan 1.620 Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Tidak Ada yang Sakit Berat

Baca juga: Bocoran Pilpres 2024 dari Arief Poyuono, Anies Gandeng Erick Thohir, Pasangan Prabowo Juga Diulas

Bahkan mereka elah mendapatkan berbagai penghargaan dari kompetisi musik gambus.

"Kita bukan sekali dua kali ke Samarinda. Kemarin kita juara satu di Grogot, Samarinda lagi," ucapnya.

Sementara itu pemetik gambus Badri ( 65) mengatakan saat ini untuk regenerasi mulai menurun. Generasi muda saat ini kurang melirik kesenian musik gambus tersebut.

Meskipun begitu, grup musik ini selalu mengenalkan kesenian ini kepada generasi muda. Sehingga kelestarian seni tersebut tidak termakan zaman.

(Tribunkaltim.co/Jino Prayudi Kartono)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved