Breaking News:

Memahami dan Mengambil Pelajaran dari Pemilu AS (2)

PADA tahun tersebut bisa menjadi Presiden AS dengan mengalahkan Hilary Clinton, yang berdasar survey sebelum pemilu selalu unggul dari Donald Trump.

Editor: Tohir

PADA tahun tersebut bisa menjadi Presiden AS dengan mengalahkan Hilary Clinton, yang berdasar survey sebelum pemilu selalu unggul dari Donald Trump. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pada pemilihan tahun 2020 ini kalah tipis saja dari Joe Biden (mungkin kalau tidak ada bencana Covid 19 Trump bisa menang lagi), dia dipilih oleh lebih dari 72 juta rakyat AS, walaupun dia kalah dari Joe Biden yang dipilih oleh 77 juta pemilih. Jumlah pemilih Trump ini melebihi jumlah pemilih Barack Obama pada saat dia terpilih jadi presiden, Apa daya tarik besar Trump ini?.

Kalau dilihat dari tema kampanyenya, maka kiranya tagline "America First" dan "Make America Great Again " (sering disingkat MAGA) menjadi daya tarik utama nya. Tema kampanye itu sayangnya diimplementasikan dalam kebijakan-kebijakan yang cenderung negatif dan dengan tujuan jangka pendek, antara lain :

1. Anti imigran. Kebijakan ini ternyata sangat menarik para kelas menengah pekerja di AS. Berdasar beberapa wawancara yang dilakukan CNN, banyak kelas pekerja kulit putih AS yang merasa tersaingi oleh para pendatang imigran dari Meksiko yang bisa digaji lebih rendah sehingga mereka merasa tersingkir dan sulit mendapatkan pekerjaan.

Pelaksanaan kebijakan ini dilakukan sangat ekstrem sehingga penangkapan para imigran gelap dengan membabi buta diantaranya dengan memisahkan para orang dewasa dengan anak-anaknya yang berakibat sekarang terjadi sekitar 500-an anak yang belum menemukan ibunya. Kampanye anti imigran ini jadi meluas ke anti kulit berwarna bahkan mengarah anti Islam pada beberapa kesempatan.

Para ekstrim kulit putih seperti gerakan Proud Boys yang rasialis dan sangat mendukung Trump seakan mendapat angin karena Trump tidak pernah mau mencela atau melarang gerakan tersebut karena dia mendapat kentungan dari dukungan suara mereka.

Pada saat Joe Biden dinyatakan diprediksikan akan menang dalam pemilu AS, salah satu komentator politik chanel berita TV CNN yang berkulit hitam sampai menangis emosional didepan kamera, karena segera akan lepas dari pemerintaan Trump yang cenderung rasialis.

2. Industri Tidak Ramah Lingkungan. Menghidupkan kembali industri yang tidak ramah lingkungan, industri berbasis batu bara dan bahan baku fosil lainnya. Tujuannya adalah secepatnya menciptakan lapangan kerja, karena banyak pekerja blue colar yang bekerja dibidang ini.

Untuk mendukung kebijakan ini bahkan beberapa kali Donald Trump menyampaikan statement ketidak percayaannya terhadap terjadinya perubahan iklim yang diakibatkan pemanansan global, yang dianggapnya hoax.

Puncaknya dia menyatakan AS keluar dari Kesepakatan Paris terkait pengurangan gas emisi. Kebijakan ini jelas-jelas berpikiran jangka pendek, dan bertujuan memperbanyak lapangan.

Kesepakatan Paris yang merupakan kesepakatan lebih dari 190 negara didunia untuk bersama-sama mengurangi pemanasan global dengan mendorong industry di negaranya lebih ramah lingkungan. Keluarnya AS tentunya akan berdampak luas, karena AS merupakan negara industry besar yang tentunya berdampak besar pula kepada pemanasan global.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved