Bajakah Kering dan Alocasia Asal Kaltara Jadi Primadona di Hari Belanja Online Nasional 11.11
Sertifikasi pengeluaran bajakah dan alocasia asal Kaltara oleh Karantina Pertanian Tarakan meningkat. Semakin mudah karena dipasar secara daring.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Sertifikasi pengeluaran bajakah dan alocasia asal Kalimantan Utara oleh Karantina Pertanian Tarakan terus meningkat.
Semakin mudah karena dipasarkan secara daring, menjadi salah satu faktor peningkatan pengeluaran komoditas tersebut.
Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tepat tanggal 11 November (11.11) menjadi puncaknya.
Berdasarkan data IQFAST pada November 2020 sampai saat ini, Karantina Pertanian Tarakan wilayah kerja Bandara Juwata telah menerbitkan 431 sertifikat kesehatan untuk 511,5 kg bajakah kering dan 3.571 sertifikat untuk 39.069 batang alocasia sisik naga.
Sedangkan untuk wilayah kerja Tanjung Selor telah menerbitkan 1.895 sertifikat untuk 63.300 batang alocasia sisik naga
Pejabat karantina wilayah kerja Bandara Juwata Tarakan, Umi Ngafifah mengungkapkan bahwa Harbolnas kini menjadi agenda tahunan puncak pengeluaran komoditas tumbuhan dari Kalimantan Utara.
"Puncak Harbolnas tahun ini, wilayah kerja Bandara Juwata Tarakan telah melakukan sertifikasi terhadap 4.838 batang alokasi sisik naga dengan total 430 permohonan sedangkan bajakah kering 114 kg dengan total 97 permohonan," ujarnya Rabu (18/11/20)
"Sertifikasi kesehatan tumbuhan wilayah kerja Bandara Juwata mengalami peningkatan lebih dari 100 persen dari hari biasa, ini merupakan dampak langsung dari Harbolnas 11.11," lanjutnya.
Komoditas pertanian semakin mudah dijajakan secara daring, SobatQ jangan lupa tetap lapor karantina ya.
#LaporKarantina
#KarantinaPertanianTarakan (adv/*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bajakah-tarakan2.jpg)