Breaking News:

Menghilang di Sungai Mahakam

Dua Pelaku Pendorong Korban di Sungai Mahakam Samarinda Jadi Tersangka, Terancam Pasal Berlapis

Dua pelaku yaitu Jusman (22) yang merupakan residivis kasus curanmor (baru bebas Maret 2020) mengaku membawa sang rekan, Aspiansyah (21) saat beraksi

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kedua Pelaku, Jusman (22) dan Aspiansyah (21) saat dihadirkan dalam pers rilis di Mako Polresta Samarinda, Minggu (22/11/2020) sore. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat kini bernafas lega, dua begundal yang kerap melakukan aksi perampasan paksa dan tak segan melukai hingga menyebabkan korban terluka atau pun meninggal dunia, diringkus jajaran tim gabungan kepolisian.

Tim gabungan terdiri dari Subdit Polda Kalimantan Timur, Satreskrim Polresta Samarinda dan Polsek jajaran yaitu Sektor Samarinda Ulu.

Dua pelaku yaitu Jusman (22) yang merupakan residivis kasus curanmor (baru bebas Maret 2020) mengaku membawa sang rekan, Aspiansyah (21) saat beraksi, keduanya tercatat warga Kecamatan Samarinda Seberang.

Baca Juga: Dini Hari, Jasad Pria yang Menghilang di Sungai Mahakam Ditemukan, 100 Meter dari Lokasi Kejadian

Baca Juga: NEWS VIDEO Dini Hari, Jasad Pria yang Menghilang di Sungai Mahakam Ditemukan

Baca Juga: NEWS VIDEO Polisi Lakukan Pra Rekonstruksi dan Pendalaman Saksi, Dugaan Didorong ke Sungai Mahakam

Keduanya beraksi dikawasan RE. Martadinata, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, pada Selasa (17/11/2020) dini hari, pukul 02.00 Wita.

Keduanya terbukti merampas ponsel milik korban Gusti Dwi Prasojo (18) dan mendorong korbannya hingga tenggelam.

Tak hanya Gusti, tersangka Aspiansyah mendorong rekan korban, yakni Muhammad Zidan Maulana (19) yang mendatangi korban lantaran ingin menemani duduk dipinggir sungai Mahakam, diatas cor turap semen.

"Zidan pertama kali didorong, berhasil selamat dengan merambat cor turap diatas permukaan air ke intake PDAM berjarak 200 meter dari titik dia didorong. Setelah didorong dan melapor ke orang tua korban serta pihak kepolisian," ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman melalui Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah, Senin (23/11/2020) pagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved