Breaking News:

Desa Karya Jaya, Kukar Jadi Percontohan Desa Inklusif, Pilot Project dari PP Kagama dan Kemendes RI

Desa Karya Jaya, Kecamatan Semboja, Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur dicanangkan bersama sebagai salah satu provinsi untuk percontohan Desa Inklusif

Editor: Sumarsono
HO
Harry Zhon Timur, sebagai perancang Peraturan Perundang-undangan Kementerian Desa, Sandhya Yuddha, Ketua VII PP Kagama, dan Puthut Yulianto, Wakil Sekjend PP Kagama berkunjung ke Desa Karya Jaya, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai salah satu provinsi untuk percontohan Desa Inklusif 

TRIBUNKALTIM.CO - Desa Karya Jaya, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dicanangkan bersama sebagai salah satu provinsi untuk percontohan Desa Inklusif oleh Kemendes PDTT, UGM dan Keluarga Alumni Universita  Gadjah Mada (Kagama) pada 19 November 2020 di Kabupaten Sukoharjo, Jateng. 

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, pada Minggu, 22 November 2020 diadakan kunjungan ke calon Desa Inklusif, yakni Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Harry Zhon Timur, sebagai perancang Peraturan Perundang-undangan Kementerian Desa, Sandhya Yuddha, Ketua VII PP Kagama, dan Puthut Yulianto, Wakil Sekjend PP Kagama.

Mereka didampingi adalah pengurus Kagama Pengda Kaltim, Pengcab Balikpapan dan Pengcab Samarinda, antara lain Lalu Fauzul Idhi dan Rizal Chaniago  (mewakili PP Kagama, Pengda Kagama Kaltim dan pengcab Kagama Balikpapan).

Hadir pula Leo Hendra Raaph, Sulastri,  Arif Budi Haryanto, Hardiani,  Arry Devichanti, Enny Fathurachmi, dan Gunawan Widoyoko dari Kagamahut  Kaltim. Sementara dari Desa Karya Jaya, hadir Kepala Desa beserta jajarannya serta Ketua BPD Karya Jaya.

Desa Karya Jaya, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dicanangkan bersama sebagai salah satu provinsi untuk percontohan Desa Inklusif
Desa Karya Jaya, Kecamatan Semboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur dicanangkan bersama sebagai salah satu provinsi untuk percontohan Desa Inklusif (HO)

Dalam kesempatan tersebut  Sandhya menyampaikan informasi tercetusnya program Desa Inklusif oleh Anwar Sanusi, Sekretaris Jenderal Kemendes yang juga Wakil Ketua Sekjend PP Kagama pada saat rapat Pengda Kagama di Istana Negara, 2019 lalu.

Pada saat itu Anwar menyampaikan gagasan adanya Desa Surga yg bisa dinikmati oleh semua warganya, tanpa terkecuali. Pembangunan desa yang menyentuh kepada sekelompok masyarakat seperti perempuan (janda), anak-anak, lansia, masyarakat adat, difabel dan lain-lain.

Selain itu untuk membantu permasalahan pada Desa Inklusif perlu adanya pendampingan.  Dari 100 Desa Inklusif, Kagama akan membantu pendampingan di 14 Desa Inklusif yg tersebar di beberapa Propinsi, salah satunya Kalimantan Timur.

Lebih lanjut Sandhya menjelaskan bahwa Desa Inklusif adalah tatanan masyarakat desa yang mengakui, menghormati, memenuhi, melindungi serta melayani hak - hak seluruh warga desa termasuk masyarakat rentan dan marginal.

Adapun masyarakat rentan dan marjinal dalah kelompok atau anggota masyarakat yang karena perbedaan status sosial, ekonomi, politik, gender, perbedaan fisik, dll mengalami hambatan dalam mengakses dan menikmati pembangunan secara setara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved