Kurangi Beban Warga Terdampak Pandemi, Disdagkop dan UMK Kutai Barat Gelar Pasar Murah

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Didagkop - UKM) kembali menyelenggarakan kegiatan pasar mur

Penulis: Zainul |
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Kegiatan pasar murah yang digelar Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Didagkop) Kabupaten Kutai Barat langsung diserbu kalangan ibu-ibu. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Didagkop - UKM) kembali menyelenggarakan kegiatan pasar murah di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Pada kegiatan pasar murah itu menyediakan sembilan jenis kebutuhan pokok yang sengaja diadakan sebagai upaya untuk membantu warga masyarakat yang terdampak pandemi Virus Corona ( covid-19 ) saat menjelang perayaan Natal dan pergantian tahun baru.

Selain itu, pasar murah yang digelar di Kecamatan Linggang Bigung tersebut juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang pergantian tahun baru dan perayaan hari keagamaan.

"Jadi kegiatan ini kan kegiatan pasar murah dan operasi pasar elpiji 3 kg. Tujuan kegiatan ini yang pertama itu kita menjaga stabilitas harga, 9 bahan pokok itu di Kutai Barat karena tren tiap tahun itu kalau sudah mendekati hari raya atau hari keagamaan dan tahun baru itu harganya melonjak naik," kata Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Kubar, Ambrosius Ndopo, Rabu (25/11/2020).

Yang kedua mau membantu masyarakat akibat dampak dari covid-19 penghasilan mereka menurun ada yang kehilangan pekerjaan, pemerintah hadir dengan cara itu (pasar murah)," imbuhnya

Ambrosius Ndopo juga menjelaskan setiap bahan pokok yang dijual dalam pasar murah ini harganya telah disubsidi sehingga sangat terjangkau.

"Jadi tiap-tiap item barang yang kami sediakan ada 2 paket-paket yang harga Rp 70.000 dan paket yang harga Rp 100.000 di luar paket itu ada beras medium 5 kg, beras 5 kg medium itu di Barong harganya Rp 54.000 kita bawa ke masyarakat dijual dengan harga Rp 44.000 artinya disubsidi Rp 10.000.

Kemudian telur satu piring itu Rp 48.000 di pasar bahkan sudah Rp 50.000 jika dijual dengan Rp 38.000 per piring," jelasnya.

Baca juga: UPDATE BOCORAN Info Prakerja Gelombang 12 Kapan Dimulai di Link Situs Prakerja www.prakerja.go.id

Baca juga: ILC Semalam, Di Depan Karni Ilyas, Arteria Dahlan Sebut Fadli Zon Sesatkan Publik, Bahas Kerja Anies

Baca juga: Disdik Balikpapan Siapkan Skenario Belajar Tatap Muka, Simak Penjelasannya

Selain itu, pemkab juga mengundang dua agen elpiji di Kutai Barat yang turut serta menyediakan kebutuhan elpiji 3 Kg dengan harga Rp 23.000 per tabungnya.

Tidak ada batasan bagi masyarakat yang ingin berbelanja di pasar murah tersebut dan diberikan kebebasan dalam berbelanja jenis kebutuhan pokok lebih dari satu.

Rencananya kegiatan pasar murah ini juga akan kembali digelar mendekati akhir Desember nanti dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang disebut-sebut akan mendatangkan sejumlah agen sembako dari kota Samarinda ke Kabupaten Kutai Barat.

(Tribunkaltim.co/Zainul Marsayafi)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved