Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Disdagkop Kubar Gelar Pasar Murah di Tiga Kecamatan, Jaga Stabilitas Harga Jelang Natal-Tahun Baru

Pasar murah tersebut, jelasnya, bertujuan menjaga stabilitas harga terutamanya menjelang hari Natal dan tahun baru.

HUMASKAB KUBAR
PASAR MURAH - Pasar murah yang digelar Disperindagkop Kubar disambut antusias oleh warga masyarakat, Selasa (24/11/2020). Menurut Kabid Perdagangan Disdagkop Kubar Ambrosius Ndopo, pihaknya menggelar pasar murah di sejumlah lokasi antara lain Kampung Kelian Luar (Long Iram), Tering Lama (Tering), dan Linggang Melapeh (Linggang Bigung). 

SENDAWAR - Kegiatan pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi (Disdagkop) Kutai Barat (Kubar) berakhir pada Selasa (24/11). Kegiatan tersebut diadakan di beberapa tempat.

Lokasi pasar murah yakni di Kampung Kelian Luar Kecamatan Long Iram, Tering Lama Kecamatan Tering, dan Linggang Melapeh Kecamatan Linggang Bigung, kata Kepala Dinas Disdagkop Kubar, Salomon Sartono melalui Kabid Perdagangan Disdagkop Kubar, Ambrosius Ndopo.

Pasar murah tersebut, jelasnya, bertujuan menjaga stabilitas harga terutamanya menjelang hari Natal dan tahun baru. Dimana harga sembako biasanya mengalami lonjakan yang cukup tinggi. "Untuk menjaga stabilitas harga sembako sekaligus upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan masyarakat di masa pandemi saat ini," tegasnya.

Di pasar murah tersebut, Disdagkop menyediakan beberapa paket sembako yang harganya cukup terjangkau. Ada dua paket harga, yakni paket dengan harga Rp 75ribu dan Rp 100ribu yang sebelumnya sudah dikemas oleh anggota Disdagkop Kubar.

"Selain menyediakan sembako berbentuk paket, ada juga beras ukuran medium (5kg) dan telur ayam yang harganya lebih murah dari biasanya. Yang mana biasanya harga beras 5 kg ini berkisar Rp 54ribu dijual dengan harga Rp 44ribu. Dan juga telur ayam yang dijual dengan harga Rp 38ribu/piring dari harga normal yang berkisar Rp 48-50ribu/piring," jelasnya.

Meskipun dilaksanakan di tengah kondisi pandemi, seluruh kegiatan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Masyarakat yang datang diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak, serta selalu mencuci tangan saat datang dan pulang dari tempat kegiatan tersebut.

"Protokol kesehatan tetap dijalankan. Kita tidak ingin adanya penambahan kasus baru. Karena tujuannya untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya menjelang hari raya keagamaan dan tahun baru serta di masa pandemi sekarang ini," tandasnya. (adv/hms36/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved