Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Jelang Pilkada, Natal dan Tahun Baru, Tim Satgas Covid Kubar Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan jelang Pilkada Kubar serta memasuki hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru

Editor: Achmad Bintoro
HUMASKAB KUBAR
RAPAT PERSIAPAN - Sekretaris Kabupaten Ayonius memimpin pertemuan evaluasi penanganan Covid-19 secara tatap muka di ruang Diklat Kantor Bupati, Rabu (25/11/2020). Rapat ini secara virtual juga diikuti oleh para Camat dari 16 kecamatan se-Kubar, tokoh agama dan lembaga adat. 

SENDAWAR – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten melakukan rapat kerja dan evaluasi penanganan Covid-19 di Kubar. Hal ini dilakukan sebagai langkah persiapan jelang Pilkada Kubar serta memasuki hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru.

Rapat yang dipimpin langsung Sekretaris Kabupaten Ayonius S Pd MM tersebut selain dilakukan secara tatap muka di ruang Diklat Kantor Bupati lantai III, juga secara virtual yang diikuti oleh Camat dari 16 kecamatan se-Kubar, tokoh agama dan lembaga adat, Rabu (25/11).

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Kabupaten Ayonius mengatakan, pertemuan kali ini khusus membahas tiga agenda yakni pilkada, hari Natal, dan evaluasi penanganan covid-19 di Kubar.

“Seiring kasus covid-19 di Kubar setiap hari masih bertambah oleh sebab itu para camat diminta untuk sama-sama melakukan evaluasi, tim satgas covid mulai dari kabupaten, kecamatan hingga kampung. Oleh sebab itu para camat harus betul-betul memantau semua kampung dalam wilayah kerjanya,” ujar Ayonius. Turut hadir Plt Asisten II, Kepala BPBD, Kasatpol PP, Perwakilan Dinkes, Dishub, dan Dinsos.

Lebih lanjut Ayonius menjelaskan, sebentar lagi akan dilaksanakan pilkada pada 9 Desember. Untuk itu peran camat, petinggi dan petugas yang ada di kecamatan harus berkoordinasi dengan lembaga penyelenggara yakni KPU Kubar. Camat diharapkan melakukan evaluasi hingga ke tingkat kampung.

”Jika ada anggota/staf yang mungkin berada di zona merah agar diperhatikan, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak inginkan. Diharapkan kecamatan bisa terus melakukan koordinasi dengan dinas teknis sehingga pelaksanaan pilkada betul-betul bisa dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan,” harap Ayonius.

Begitu pula diimbau kepada seluruh pemimpin lembaga keagamaan dan jemaat terkait persiapan kegiatan menjelang perayaan Natal.

“Pelaksanaan kegiatan natal tidak dilarang. Namun diharapkan betul-betul melaksanakan sesuai protokol kesehatan. Jangan sampai melebihi kapasitas yang ditentukan, karena tentu akan berdampak kepada pemerintah daerah dan lingkungan. Sekali lagi protokol kesehatan harus diterapkan dengan baik,” tandasnya.

Sekali lagi harapan pemerintah agar kepala kampung dan pengurus adat juga betul-betul bisa berkoordinasi dengan baik, minimal aturan terkait protokol kesehatan dipahami dengan benar, sehingga dapat disosialisasikan kepada masyarakat. “Mari laksanakan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M,” tambahnya.(adv/hms10/naw)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved