Breaking News:

Pilkada Bontang

Kerja Pemimpin Tak Boleh Pakai Perasaan, Agus Haris: Wakil Walikota Sama Seperti Ban Serep Mobil

Politisi Partai Gerindra Bontang Agus Haris merespon pernyataan kubu pasangan calon 01 di Pilkada Bontang yang menyebut wakil walikota tak difungsikan

Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
Agus Haris, Wakil Ketua DPRD Bontang 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Politisi Partai Gerindra Bontang, Agus Haris merespon pernyataan kubu pasangan calon 01 di Pilkada Bontang yang menyebut wakil walikota tak difungsikan maksimal oleh walikota.

Menurutnya, wakil walikota daerah manapun tak boleh bekerja menggunakan perasaan. Lantaran memiliki tanggungjawab yang sama dengan walikota usai dipilih oleh rakyat pada gelaran kontestasi politik daerah.

"Catat dengan baik. Tak boleh pakai perasaan, bayangkan hampir 200 ribu masyarakat Bontang harus dilayani oleh 2 orang itu (walikota dan wawali). Kalau wawali tak maksimal membantu, tersendat pula pelayanan terhadap masyarakat," ungkapnya.

Semestinya, keduanya menjalankan apa yang telah mereka rumuskan (visi-misi) sebelum mereka terpilih.

Baca juga: Pemuda Berbas Pantai Berhimpun! Jaga Wilayah dari Kampanye Hitam dan Politik Uang Pilkada Bontang

Baca juga: Kapolres Pastikan Masa Kampanye Pilkada Bontang Aman, Enggan Bocorkan Data Indeks Potensi Kerawanan

"Kalau hanya walikota yang bekerja maka tak lengkap dia, tak ada yang bantu koordinasi dinas-dinas melaksanakan rapat penting terkait program masing-masing OPD," tutur pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bontang.

Namun, Agus Haris yang juga merupakan Ketua Tim Pemenangan Lintas Partai Paslon 02 di Pilkada Bontang 2020, menyebut calon walikota yang diusungnya bisa membuktikan pemerintahan tetap jalan meski peran wawali tak maksimal.

"Iya, terpaksa. Karena tak mungkin dia perintah wawali, karena sudah dijelaskan pembagian tugas dan kewenangan dalam Perwali Bontang," ujarnya.

Menurutnya, tanpa harus diminta walikota, wawali wajib menjalankan pemerintahan sesuai dengan tupoksi dan wewenang yang diatur UU 23 Tahun 2014, kemudian diperjelas dalam Perwali Bontang.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved