Breaking News:

Waspadai Hoax dan Serangan Buzzer Jelang Pencoblosan

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) 2020 diprediksi masih tidak lepas dari hingar bingar dari serangan para buzzer dari pasangan calon dan berita hoax d

Ilustrasi aplikasi sosial media 

Jika masyarakat terus-terusan disuguhi informasi salah, tentu saja akibatnya sangat fatal. Media sosial sebagai penyumbang terbanyak berita hoax, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Media mainstream harus bekerja lebih keras dan cerdas, melakukan klarifikasi terhadap berita bohong yang beredar luas di masyarakat.

Tinggal menghitung hari, 270 daerah akan menggelar pilkada serentak. Pilkada kali ini masih berpotensi diwarnai politik identitas hingga berita bohong (hoax) di media sosial yang dapat memicu konflik. Dukungan luas masyarakat dan semua pihak, termasuk aparat kepolisian untuk memujudkan pilkada yang adil, damai, sehingga pesta demokrasi tersebut dapat berjalan lancar. (*)

Oleh: Sumarsono, S.Sos
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Timur

Tags
Opini
Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved