Breaking News:

Penyelundupan Pasir Timah dari Perairan Natuna Kembali Terjadi, Kali Ini 20 Ton Seharga Rp 3 Miliar

Penyelundupan barang-barang yang dilarang untuk diekspor masih sering terjadi. Terutama di lokasi yang jauh dari pantauan petugas. Kadang lolos, namun

Editor: Mathias Masan Ola
DOK KANWIL DJBC KHUSUS KEPRI
Kantor Wilayah (Kanwil) Ditektorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri kembali mengagalkan upaya penyeludupan ekspor barang larangan ekspor berupa pasir timah di Perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Pasir timah tersebut berjumlah 20 ton dengan nilai Rp 3 miliar yang dibawa Kapal Motor (KM) Jasmien dengan nahkoda inisial SO beserta empat orang Anak Buah Kapal (ABK).(DOK KANWIL DJBC KHUSUS KEPRI) 

TRIBUNKALTIM.CO, BATAM  - Penyelundupan barang-barang yang dilarang untuk diekspor masih sering terjadi. Terutama di lokasi yang jauh dari pantauan petugas. Kadang lolos, namun sering juga tertangkap.

Kantor Wilayah atau Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai atau DJBC Khusus Kepri kembali menggagalkan upaya penyeludupan ekspor barang larangan ekspor berupa pasir timah di Perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Pasir timah tersebut berjumlah 20 ton dengan nilai Rp 3 miliar yang dibawa Kapal Motor atau KM Jasmien dengan nahkoda inisial SO beserta empat orang Anak Buah Kapal (ABK).

Hingga saat ini, kapal beserta muatan dan ABK KM Jasmien sedang dalam perjalanan ke dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Pelanggaran di Laut Natuna Mulai Marak, Sejak 5 Bulan Terakhir Sering Ada Kapal Vietnam Mencuri Ikan

Baca juga: Membandel dan Menolak Pergi, Kapal China Kembali Masuk Laut Natuna, TNI Kerahkan KN Nipah 321

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto mengatakan, pencegahan itu dilakukan petugas patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri karena KM Jasmien diduga membawa barang larangan ekspor berupa pasir timah.

“Untuk saat ini KM Jasmien beserta dengan Nakhoda, ABK dan muatannya dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Agus seperti dikutip pada keterangan tertulisnya, Minggu (29/11/2020) malam tadi.

Ia mengatakan, pasir timah tersebut dikemas dalam 400 karung dengan masing-masing berat 50 Kilogram. “Untuk asal dan tujuan saat ini masih didalami," terang Agus.

Sesuai dengan Permendag Nomor 04/M-DAG/PER/1/2007 tanggal 22 Januari 2007 mengenai Pengaturan Ekspor Timah Batangan, timah yang dapat diekspor adalah dengan kadar logam batangan minimal 99,85 persen.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved